Bireuen — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Drs Agussalim H Syamaun Arifin menyebutkan, prakiraan di Aceh cuaca panas dan menyengat diprediksikan berlangsung hingga bulan November tahun ini.

“Gelombang panas yang timbul dari efek cuaca memanas selama ini, bila di hitung rata-rata, tiap bulan terjadi musibah kebakaran sebanyak dua kali di Bireuen,” kata Agussalim, di Bireuen, Senin (18/6).

Menurut Agussalim, cuaca yang sangat menyengat terutama di Bireuen–Aceh dalam bentuk gelombang panas itu merupakan bentuk perubahan global yang melanda hampir seluruh Sumatera.

“Cuaca yang kurang bersahabat dalam bentuk gelombang panas ini akan melanda Aceh sampai dengan November. Itu prediksi para ahli. Akibatnya, dalam tahun ini, rata-rata setiap bulan terjadi dua kali musibah kebakaran di Bireuen,” tambah Agussalim.

Menurut Agussalim, penyebab kebakaran itu sendiri, disebabkan oleh beberapa hal, pertama akibat struktur rumah yang oleh warga menggunakan api yang tidak hati-hati. Kemudian yang kedua akibat arus pendek (konslet listrik) serta diperparah oleh kondisi cuaca panas dan kering.

Pihak BPBD sejauh ini hanya bisa melakukan gerak cepat ke daerah terdekat serta bergerak cepat bila ada memperoleh laporan. Selain itu belum ada hal yang bisa dilakukan, sebab penangkal kebakaran sebenarnya ada di pihak masyarakat itu sendiri.

“Saya kira penangkal kebakaran paling ampuh sebenarnya ada pada masyarakat itu sendiri. Sebab, selama ini dari banyak korban, kebanyakan mereka mengabaikan kondisi jaringan listrik, penggunaan api yang asal-asalan serta lalai dan terkadang ada ibu rumahtangga seusai memasak tidak mematikan bara api,” ungkap Agussalim.

Terkait masalah itu dia berharap, masyarakat proaktif dalam mencegah musibah tersebut. Dan Pihak BPBD selalu siap membantu apapun selama sesuai dengan kemampuan. Untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan armada pemadam kebakaran, dia persilahkan masyarakat untuk menghubungi pemadam kebakaran di line telepon 2113. (Harian Andalas)

KOMENTAR