Parlemen Muda Indonesia (Ist)SUKSES dengan roadshow edukasi politik bertajuk “Peka, Paham, dan Partisipatif” di 11 kota dengan lebih dari 1700 peserta, gerakan Parlemen Muda Indonesia semakin percaya diri untuk membuka seleksi nasional yang akan memilih 34 orang Anggota Parlemen Muda.

Mereka yang terpilih berkesempatan mengadakan Konsultasi Regional di provinsi masing-masing, mengikuti Majelis Umum Pemuda di Jakarta, mendapat pembangunan kapasitas di bidang kepemimpinan, bertemu pemangku kepentingan di tingkat nasional, yang keseluruhannya difasilitasi oleh organisasi Indonesian Future Leaders.

Ketua Pelaksana Parlemen Muda Indonesia, Andhyta Firselly Utami, menekankan pentingnya peranan pemuda untuk tidak hanya mengkritisi pemerintah, namun juga turun tangan dalam membuat perubahan.

“Sekarang bukan saatnya anak muda hanya menjadi kritikus politik, ini saatnya kita semua turun tangan membuat perubahan. Apatisme politik menciptakan politik yang tidak baik, karena para wakil di parlemen bukanlah mereka yang benar-benar terpilih untuk mewakili rakyat, melainkan mewakili mereka yang tidak apatis. Bila ingin membuat perubahan, kita harus peka politik, dan turut aktif dalam proses politik baik sebagai pemilih maupun yang dipilih,” ujarnya.

“Metode seleksi kami susun sedemikian rupa agar Anggota Parlemen Muda yang terpilih memang paling tepat menyuarakan aspirasi pemuda di daerah masing-masing. Seleksi terbagi menjadi tiga tahap: berkas dan esai, online voting, serta interview. Penyaringan terjadi di antara tahap satu ke tahap berikutnya dan prosesnya berlangsung sampai akhir November 2013,” terang Andhyta.

Seniman muda Maudy Ayunda yang menjadi pengisi acara roadshow Parlemen Muda di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2013 mendukung penuh gerakan ini. Ia menekankan pentingnya setiap pemuda untuk peduli pada isu politik di Indonesia. “Anak muda Indonesia harus peduli terhadap politik dalam negeri. Kalau bukan kita, siapa lagi?”

Parlemen Muda Indonesia percaya bahwa optimisme pemuda terhadap politik harus dibangun bukan saja melalui penjelasan dalam buku atau ruang kelas, tapi pelibatan anak muda langsung dalam aktivitas politik dan proses demokrasi secara keseluruhan. Gerakan ini bermaksud merespon prediksi tingginya angka golput di kalangan pemilih pemuda yang diperkirakan Badan Pusat Statistik mencapai 40.749.503 orang di tahun 2014.

Seleksi tahap 1 berupa berkas dan esai sendiri masih dibuka hingga 30 September 2013 melalui website http://parlemenmuda.org. Penggunaan online platform sebagai sarana pendaftaran dan voting ini menyesuaikan dengan tren pemuda Indonesia yang semakin peka terhadap penggunaan teknologi. Tahun lalu, gerakan yang sama berhasil melibatkan 37.443 pemberi suara.

Tahun ini target mereka meningkat hingga 100.000 suara yang terlibat dalam proses pemilihan ini, terutama karena adanya kesempatan untuk beberapa Anggota terpilih mewakili Indonesia ke ajang internasional. (rel)

KOMENTAR