Banda Aceh – Forum Kakao Aceh (FKA) menargetkan realisasi ekspor komoditas tersebut pada 2012 mencapai 30 ribu ton, naik dibanding 2011 sebanyak 25 ribu ton.

“Peningkatan ekspor tersebut akan diupayakan tercapai melalui peningkatan produksi dan kualitas yang dilakukan di seluruh daerah sentra kakao,” kata Manajer Operasional FKA Azmil Umur di Banda Aceh, Kamis (19/1).

Ia mengatakan, target ini merupakan salah satu program FKA, organisasi yang mengurus petani kakao di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa iini.

Peningkatan volume ekspor tersebut juga akan berdampak positif terhadap para petani kakao di provinsi paling ujung barat Indonesia itu. “Permintaan kakao di pasar dalam dan luar negeri terus meningkat, dan ini harus diimbangi dengan produksi dan kualitas dari hasil perkebunan tersebut,” katanya.

Menurut dia, Aceh memiliki luas lahan produktif sekitar 70 ribu hektare dengan produksi sebanyak 350-400 kilogram/hektare. Produksi tersebut berasal dari delapan daerah sentra kakao, di antaranya Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh TImur dan Aceh Tenggara.

Pihaknya optimistis upaya meningkatkan ekspor kakao ke pasar luar negeri akan bisa dilakukan pada 2012 menyusul adanya berbagai program peningkatan produksi, kualitas dan perluasan lahan.

Ia menambahkan, pada 2010 kakao yang diekspor ke luar negeri sebanyak 20 ribu ton, 2011 naik menjadi 25 ribu ton dan 2012 diperkiakan meningkat lima ribu ton.

“Permintaan kakao di pasar dunia tetap tinggi dan harganya cukup menjajikan,” kata Azmil Umur.(mi)

KOMENTAR