Rubbing nisan Plak-Plieng di gampong Lambhuk, Banda Aceh (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
INILAH beberapa foto-foto pengamatan (observasi) di beberapa tempat kawasan kota Banda Aceh yang dilakukan oleh Central Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) untuk melihat peninggalan sejarah Aceh Darussalam, yang dilakukan Minggu (29/5/2014) lalu.
Dari temuan tim CISAH, ada sebahagian wilayah sisi sebelah Krueng Aceh seperti gampong Pango dan Ilie kecamatan Ulee Kareng, terdapat situs kompleks makam tinggalan kerajaan Aceh Darussalam abad ke-16 M (baca juga Nasib Pilu Makam-Makam Pembesar Kerajaan Aceh Darussalam). Berikut hasil pengambilan beberapa gambar yang berhasil didokumentasikan.[]
Taqiyuddin Muhammad, epigrafi dan peneliti sejarah kebudayaan Islam (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Rubbing nisan Plak-Plieng di gampong Lambhuk, Banda Aceh (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Membersihkan jamur yang melekat pada batu nisan (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Makam seorang perdana menteri Kerajaan Aceh Darussalam Abad ke 16 M di Gampong Ilie, Banda Aceh (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Lembaga CISAH melakukan observasi makam di Gampong Pango, Banda Aceh (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Ekskavasi benda purbakala di Gampong Pango, Banda Aceh (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Ekskavasi batu nisan di Gampong Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Batu nisan ditutup dengan kain putih agar terlindungi paparan sinar matahari dan hujan (Foto M Iqbal/SeputarAceh.com)
Banda Aceh --- Salah seorang warga sedang memasak air laut saat proses pembuatan garam tradisional di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh besar, Aceh....
SEJUMLAH perwakilan dari berbagai negara yang terdiri dari peneliti, praktisi, dan pemerhati kopi hadir dalam pembukaan Indonesian International Coffee Symposium...
KETIKA waktu subuh tiba, Ali bin Abi Thalib nampak tergesa-gesa. Ia tak ingin ketinggalan jamaah shalat shubuhnya. Sayang, seorang lelaki tua yang berjalan sangat...
Bengkulu - Perang Kerajaan Bengkulu, (kerajaan Sungai Serut) pada abad ke-XV terhadap pangeran dari Aceh harus diluruskan karena bukan masalah penolakan lamaran...
Belum ada komentar