Langsa, Seputar Aceh –  Sejak Oktober hingga November ini, Pemerintah Kota (Pemko) Langsa belum membayarkan honor perangkat geuchik, tuha peut, mukim, imam dan pemandi jenazah yang berada di bawah naungan pemerintahan setempat

Hamdani, Bendahara Pengeluaran Keuangan Pemko Langsa ketika dikonfirmasi Seputar Aceh di ruang kerjanya, Jum’at (13/11) mengakui adanya keterlambatan pembayaran honor tersebut.

Dijelaskannya, biasanya pembayaran tidak pernah terlambat. namun, keterlambatan kali ini dikarenakan devisitnya keuangan di Pemko Langsa.

“Dalam pecan depan ini akan dibayarkan untuk satu bulan terlebih dahulu, yaitu bulan Oktober 2009 dan uangnya juga sudah ada,” terang Hamdani seraya mengatakan, dirinya belum bisa memastikan pembayaran honor untuk bulan selanjutnya.

Dikatakan, karena untuk pembayaran bulan selanjutnya pihaknya tergantung perintah dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Kota Langsa. “Dimana anggaran keseluruhan perangkat itu dan ditambah alokasi dana gampong (ADG) tahun 2009 lebih kurang sebesar 8,5 miliar,” kata Hamdani.

Sementara itu, sejumlah kalangan masyarakat menilai lemahnya kinerja Pemko Langsa, padahal anggaran dimaksud jauh sebelumnya sudah disahkan dalam APBK, jadi mustahil uangnya tidak ada.

“Seharusnya pemerintah memikirkan agar dana yang diperuntuk bagi aparatur gampong tersebut

jangan sampai tertunggak- tunggak, karena mereka ini juga aparatur negara yang bekerja ditingkat pemerintahan terendah,” kata Iwan salah seorang warga Kota Langsa.

Iwan mengharapkan Pemko Langsa untuk ke depannya mencari solusi terbaik agar pembayaran honor aparatur di tingkat gampong tidak selalu menuai masalah dengan tertundanya pembayarn honor.

“Memang uangnya tidak begitu besar jumlahnya, tapi sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup mereka,” kata Iwan lagi. [sa-smi]

KOMENTAR