Bandung – Indonesia sebagai salah satu negara pengguna jejaring sosial terbanyak dalam dunia maya seharusnya dapat menggunakan kekuatan teknologi untuk membangun masyarakat yang cerdas dan produktif, kata seorang guru besar.

Guru Besar Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Supangkat dalam seminar “Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Indonesia” di Aula Barat ITB, Bandung, Selasa (24/4) mengatakan saat ini penggunaan jejaring sosial dan internet oleh masyarakat Indonesia masih bersifat konsumtif.

“Kita harus mengubah pola pikir bagaimana mengubah sikap konsumtif menjadi produktif. Karena itu harus dibangun berbagai wahana agar masyarakat kita bisa produktif dan kreatif di dunia maya,” tuturnya seperti diberitakan Antara.

Upaya itu, lanjut Suhono, juga diperlukan agar Indonesia mendapat bagian keuntungan dari dunia maya yang berkembang semakin pesat. “Selama ini kita tidak mendapat apa-apa, karena itu harus dipikirkan bagaimana Indonesia bisa mendapat bagian,” ujarnya.

Suhono mencontohkan salah satu upaya untuk menggunakan jejaring sosial sebagai alat pencerdasan masyarakat adalah pembuatan situs www.goesmart.com oleh e-Indonesia Initiatives Forum.

Kanal tersebut meminjam tampilan seperti “facebook” yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun, para pengguna memanfaatkan jejaring sosial mirip “facebook” itu untuk saling bertukar materi pelajaran sekolah dari SD sampai SMA.

Saat ini peserta situs itu mencapai sekitar 4.500 orang yang terdiri atas para guru,murid, dan orang tua murid di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Guru dapat mengunggah materi pelajaran ke situs tersebut dan murid bisa mempelajarinya sebagai materi tambahan selain yang didapat dari sekolah. Selain itu, murid dan guru juga bisa berinteraksi langsung melalui forum diskusi.

Suhono mengatakan terdapat tim khusus yang menyeleksi materi yang diunggah oleh para guru sehingga materi tersebut sesuai dan pantas dipelajari oleh para murid.

Saat ini para guru yang terlibat dalam situs tersebut melakukan aktivitasnya secara sukarela. Namun, Suhono yang Ketua e-Indonesia Initiatives Forum itu mengatakan ia sedang mengupayakan kerja sama dengan beberapa perusahaan agar guru yang terlibat dalam situs itu mendapat insentif. “Kami juga mengupayakan agar situs ini mencapai 10 ribu pengguna,” ujarnya.

Suhono juga berharap situs itu dapat menyandang misi sosial sehingga bisa diakses di tempat tertentu secara gratis oleh para murid dari kalangan tidak mampu yang terpaksa putus sekolah. (djo/Harian Pelita)

KOMENTAR