Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan, menyatakan banjir bandang yang menghantam Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, akibat masih adanya aksi pembalakan hutan (ilegal logging).

“Salah satu penyebab banjir bandang Aceh Tenggara yang telah menelan korban jiwa itu akibat masih adanya praktik ilegal logging,” katanya seusai pelepasan takbiran di Banda Aceh, Sabtu (18/08) malam.

Aceh Tenggara merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatra Utara. Praktik ilegal logging telah berdampak kesengsaraan kepada masyarakat, dan pihak kepolisian tidak mentolerir praktik pelanggaran hukum, khususnya pembalakan liar di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Ia menyebutkan, informasi terakhir diperoleh ada enam orang di kecamatan Leuser telah menjadi korban, dan dua orang di antaranya ditemukan tewas, dan empat masih dalam pencarian.

Kapolda Irjen Iskandar Hasan, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Kapolres Aceh Tenggara untuk membantu penanganan darurat, khususnya pencarian korban yang belum ditemukan.

“Ini menjadi keprihatinan dari peristiwa yang terjadi di akhir Ramadhan. Saya sudah meminta Kapolres Aceh Tenggara menurunkan tim mengevakuasi masyarakat dan ikut membersihkan areal penduduk yang tertimpa musibah,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara Indra Gunawan banjir juga diakibatkan curah hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir.

Empat desa di kabupaten “seribu bukit” itu yakni Naga Timbul, Suka Damae, Sepakat, dan Desa Punce Nali, Kecamatan Leuser.

Empat desa yang dilanda banjir adalah Desa Naga Timbul, Liang Pangi, Gaye Sendah dan Desa Sepakat. Selain menelan korban jiwa, banjir bandang menghancurkan pemukiman, rumah, ladang, dan kebun warga, sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan juga rusak diterjang banjir serta sarana umum lainnya.

Warga kini hanya bisa pasrah menghadapi bencana yang terjadi menjelang hari raya lebaran ini. Warga hingga kini masih melakukan penyisiran korban di bantaran sungai. (*/metrotvnews.com)

KOMENTAR