Bireuen, Seputar Aceh – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bireuen sulit mengangkut kayu yang ditemukan dalam sejumlah operasi pemberantasan pembalakan liar di sejumlah kecamatan pedalaman untuk disita.

“Kayu ilegal yang dirambah pembalak liar berhasil disita dari sejumlah kawasan pegununggan di beberapa kecamatan di Kabupaten Bireuen. Tapi, banyak yang tidak bisa diangkut untuk disita, karena medan yang sangat berat,” kata Kepala Bidang Kehutanan di Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bireuen, Mukhtar, Senin (16/11).

Dalam melaksanakan operasi pemberantasan pembalakan liar, Dishutbun Bireuen masih terkendala sarana pendukung, seperti kenderaan operasional yang masih minim.

Kayu hasil pembalakan liar yang ditemukan namun gagal disita antara lain seberat 22.5 ton di Bukit Apollo, Kecamatan Simpang Mamplam. Lalu, tiga ton kayu berbagai jenis di kawasan selatan Bukit Sangkilat, pegunungan Peudada.

Kayu hasil pembalakan liar yang berhasil disita di beberapa kawasan hutan Bireuen melalui operasi rutin Januari hingga November 2009 sebanyak 19,5 ton. Kayu sitaan akan dilelang setelah lebaran Idul Adha nanti. [sa-mhs]

KOMENTAR