Banda Aceh — Minimnya aplikasi komputer atau PC yang berbasis konten lokal saat ini, tidak membuat luntur semangat teman-teman di Komunitas BlankOn Aceh untuk memulai merintis kamus bahasa Aceh, yang sarat nilai sastra dan budaya.

Lewat kehadiran komunitas kecil distro BlankOn Aceh ini yang tergabung dalam Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Aceh dibantu teman-teman komunitas lain seperti Ar-Ros, Street-Cyber, Aceh Blogger Community, Ophrekerz., serta Wikipediawan Aceh akhirnya inisiatif untuk mengarsip kosa kata bahasa Aceh dalam sebuah aplikasi tercapai sudah.

“Aplikasi kamus ini baru kita mulai seminggu yang lalu, tapi alhamdulillah respon teman-teman di Aceh dari berbagai komunitas dan kalangan sangat membantu sekali,” ujar Mahyuddin Ramli, salah satu pegiat di Komunitas Linux distro BlankOn Aceh kepada SeputarAceh.com, Jum’at (14/09).

Lebih lanjut Mahyuddin juga menyebutkan, kamus Bahasa Aceh yang masih versi beta ini belum diluncurkan secara daring (online) mengingat masih banyak yang harus dikembangkan lebih lanjut. “Saat ini untuk aplikasi kamus sudah bisa diinstall di perangkat multiplatform seperti Linux, Mac OS, Windows dan itu tersedia gratis,” ungkapnya.

Mahyuddin menambahkan, untuk basis data serta penggunaan kosa kata dalam kamus bahasa Aceh yang dikembangkan saat ini masih diambil dari E-Acesia serta sumber-sumber yang berasal dari pemerhati Bahasa Aceh serta akademisi (dosen) bahasa di Banda Aceh.

“Kini kita juga mengharapkan partisipasi semua teman-teman yang ingin bergabung dalam mewujudkan aplikasi kamus bahasa Aceh untuk bisa terus menambah kosa kata, prinsipnya kita kerja gotong royong dalam mewujudkan konten lokal yang berguna nantinya,” harapnya.

Bagi Anda yang tertarik dan ingin mengembangkan kamus Bahasa Aceh tersebut, bisa menghubungi Mahyuddin lewat surel dmahyud@gmail.com atau akun Twitter @dotovr. Tidak hanya itu, informasi perkembangan distro BlankOn juga bisa diakses di grup Faceboook BlankOn Atjeh.[]

KOMENTAR