Jakarta — Upaya penyemaian nilai-nilai budaya sebagai pembentuk karakter bangsa disajikan dalam bentuk unik. Dengan tajuk “Nonton Bareng Film Inspiratif”, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menggelar nonton bareng di beberapa daerah yang tersebar di tanah air.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, Wiendu Nuryanti menyampaikan, kegiatan ini akan segera dilaksanakan mulai bulan ini sampai Oktober 2012 yang menyasar pada para pelajar. Nonton bareng dan gratis ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan media dalam rangka menumbuhkan nilai karakter bangsa. Diharapkan, kegiatan ini dapat membuka kesempatan khususnya pada pelajar di daerah untuk menonton film berkualitas dan penuh inspirasi.

“Bisa juga menggugah pelajar untuk berdiskusi mengenai nilai positif yang terkandung di dalam film, sejalan dengan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai karakter bangsa,” kata Wiendu, di gedung Kemendikbud, Jakarta beberapa waktu lalu.

Di luar itu, lanjut Wiendu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membuka ruang diskusi seluruh pemangku kepentingan di daerah tentang pentingnya menumbuhkembangkan pendidikan nilai-nilai kebangsaan.

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah pelajar, dan para tenaga pendidik. Alasan lain digelarnya kegiatan ini adalah karena semakin maraknya budaya asing yang masuk dan dengan mudahnya digandrungi generasi muda.

Film-film yang akan diputar dibagi dalam beberapa kategori dan judul film. Kategori film anak, misalnya Garuda di Dadaku 2 dan Lima Elang. Sedangkan film Batas, Negeri 5 Menara (18 September di Aceh), dan Ruma Maida dimasukkan dalam kategori film umum. Kelima judul film itu dinilai mewakili dan bermuatan nilai-nilai positif guna persemaian karakter dan semangat kebangsaan.

Nonton bareng akan digelar di sejumlah sekolah dan balai rakyat atau alun-alun warga di 12 daerah di Indonesia, yaitu Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, dan Aceh. (kompas.com)

KOMENTAR