Seoul — Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan roket untuk menghadapi ancaman dari Amerika Serikat (AS). Roket-roket itu disiapkan oleh Jong-Un untuk mengantisipasi pesawat pengebom B-2 AS.

Pesawat pengebom B-2 milik AS tersebut mampu membawa bom nuklir. Saat ini pesawat siluman itu tengah melakukan latihan perang bersama dengan militer Korea Selatan (Korsel) di Semenanjung Korea. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (29/3/2013).

Komentar terbaru dari Kim Jong-Un itu menunjukkan kemarahan atas latihan militer AS dan Korsel dan sanksi terbaru yang dijatuhkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atas uji coba nuklir yang dilakukan Korut. Selama ini, Korut menganggap AS sebagai negara yang memiliki kekuatan nuklir dan memberikan ancaman langsung atas eksistensi mereka.

Korut juga menggunakan isu persenjataan nulkir AS sebagai alasan bagi mereka melakukan uji coba nuklir yang bisa menyerang AS. Tujuan itu oleh banyak pihak diyakini tidak akan dicapai oleh Korut dalam waktu lama.

Dua pesawat bomber B-2 Stealth yang berpotensi membawa senjata nuklir, dikirim oleh AS ke Korsel. AS menegaskan, pengiriman pesawat itu merupakan bagian dari misi latihan perangnya dengan Korsel.

Kedua pesawat B-2 Stealth itu terbang dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri. Pesawat itu menjatuhkan artileri buatan ke target serangan yang ada di Negeri Ginseng itu.

AS hanya mengatakan bahwa B-2 adalah salah satu instrumen yang paling penting bagi AS untuk memperkuat strategi penangkalan di wilayah Asia-Pasifik. Pentagon menegaskan pula, pesawat B-2 yang berangkat dari pangkalan militer AS di Guam sedang menjalani latihan penerbangan rutin. (okz)

KOMENTAR