Seputaraceh

Launching Telemedicine RSJ Aceh, dr. Hanif Dorong Pelayanan Kesehatan Jiwa Menjangkau Pasien hingga Pelosok Simeulue

dr. Hanif launching layanan telemedicine
dr. Hanif launching layanan telemedicine

Banda Aceh – Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr. Hanif, melaunching layanan telemedicine kesehatan jiwa bagi Kabupaten Simeulue sebagai upaya memperluas akses pelayanan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Melalui program ini, RSJ Aceh mendorong pelayanan yang tidak hanya berfokus pada konsultasi medis, tetapi juga memastikan pasien memperoleh pengobatan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Launching yang berlangsung di Aula Malahayati RSJ Aceh tersebut menandai dimulainya pelayanan telemedicine bagi pasien melalui Puskesmas Simeulue Timur. Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, S.Pd., Kepala Dinas Kesehatan Simeulue, Suherman Awal, S. Kep., Ners., MKM, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Mushallin, serta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSJ Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Hanif menekankan bahwa tantangan pelayanan kesehatan jiwa di wilayah terpencil tidak cukup dijawab hanya dengan menyediakan konsultasi jarak jauh. Pasien juga memerlukan akses pengobatan, pemantauan, dan dukungan petugas kesehatan agar proses perawatan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Ia mengungkapkan, sekitar 65 persen pasien disebut mengalami keterputusan pengobatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian RSJ Aceh dalam memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas yang berperan langsung dalam menjangkau masyarakat.

Menurut data yang disampaikan saat kegiatan, Kabupaten Simeulue memiliki 387 kasus kesehatan jiwa, dengan 185 orang di antaranya merupakan ODGJ berat. Ketersediaan tenaga kesehatan jiwa di wilayah tersebut masih terbatas, yaitu satu dokter jiwa dan enam perawat yang telah mendapatkan pelatihan kesehatan jiwa.

“Melalui layanan telemedicine ini, kami ingin mendekatkan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat hingga ke pelosok,” ujar dr. Hanif.

Ia menjelaskan, pasien dapat memperoleh konsultasi dengan dokter spesialis kedokteran jiwa melalui Puskesmas Simeulue Timur. Untuk mendukung kelanjutan pengobatan, RSJ Aceh menyiapkan obat melalui Instalasi Farmasi yang selanjutnya dikirim ke puskesmas untuk disalurkan kepada pasien. Persediaan obat direncanakan untuk kebutuhan selama satu bulan.

Pelayanan telemedicine langsung dilaksanakan setelah launching, dengan melibatkan dr. Syahrial, Sp.KJ (K), dr. Malawati, Sp.KJ, dan dr. Teuku Muhammad Iqbal Muttaqien, M.Med.Sc., Sp.KJ.

Di sela-sela pelayanan, dr. Hanif meminta petugas puskesmas memastikan pasien yang membutuhkan konsultasi dapat mengakses layanan tersebut. Pasien yang memungkinkan datang diharapkan dibawa ke puskesmas, sedangkan pasien yang tidak dapat datang agar dijemput langsung dari rumah.

Ia mencontohkan bahwa RSJ Aceh juga telah melakukan penjangkauan pasien hingga ke wilayah Aceh Tenggara. Menurutnya, pendekatan aktif seperti ini penting agar hambatan jarak maupun keterbatasan mobilitas tidak menyebabkan pasien kehilangan akses pelayanan.

Wakil Bupati Simeulue, Nusar Amin, S.Pd., turut berharap launching telemedicine tersebut dapat memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat di wilayah terpencil memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa.

Melalui program ini, dr. Hanif berharap sinergi RSJ Aceh dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas di Kabupaten Simeulue semakin kuat, sehingga konsultasi psikiatri, akses pengobatan, dan pendampingan pasien dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga ke pelosok daerah.

Belum ada komentar

Berita Terkait