Banda Aceh – Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, dr. Hanif, menyambut kunjungan Rektor Universitas Bumi Persada (UNBP), Assoc. Prof. Dr. Mariyudi, S.E., M.M., beserta rombongan di Aula Malahayati RSJ Aceh, Selasa (06/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membahas penguatan kerja sama antara RSJ Aceh dan Universitas Bumi Persada, khususnya dalam bidang pendidikan, praktik mahasiswa, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Direktur RSJ Aceh, dr. Hanif, menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi RSJ Aceh, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia dan tingginya jumlah pasien yang harus mendapatkan pelayanan.
Menurutnya, tenaga kesehatan jiwa, khususnya perawat jiwa dan dokter spesialis jiwa, masih tergolong sedikit peminatnya. Kondisi tersebut terlihat dari jumlah tenaga perawat di RSJ Aceh yang mencapai 282 orang, namun baru terdapat tiga orang perawat dengan spesialisasi keperawatan jiwa.
“Perawat jiwa dan dokter spesialis jiwa sangat sedikit peminatnya. Dari 282 perawat yang ada, baru tiga orang yang merupakan perawat spesialis jiwa,” ujar dr. Hanif.
Ia juga menjelaskan bahwa kapasitas tempat tidur RSJ Aceh saat ini mencapai 354 tempat tidur (TT). Namun, dalam kondisi tertentu jumlah pasien yang dirawat dapat mencapai sekitar 500 orang sehingga rumah sakit mengalami kelebihan kapasitas.
“Tempat tidur ada 354 TT, tetapi diisi dengan 500 pasien. Saat ini kami memang overload. Apalagi saat banjir akhir tahun 2025 lalu, kami tidak bisa memulangkan pasien,” jelasnya.
Selain persoalan kapasitas, dr. Hanif menyampaikan bahwa RSJ Aceh juga menghadapi kondisi pasien yang datang tanpa dokumen administrasi kependudukan yang lengkap. Menurutnya, rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada pasien tanpa membedakan ada atau tidaknya kelengkapan administrasi.
“Hampir semua pasien kami tidak memiliki KK dan KTP saat masuk. Apapun kondisinya, ada atau tidak ada administrasi, tetap kami terima. Nanti administrasinya akan kami urus,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pelayanan yang diberikan RSJ Aceh tidak hanya terbatas pada aspek medis, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar pasien selama menjalani perawatan.
“Semua kebutuhan mereka kami penuhi. Untuk pasien perempuan, termasuk kebutuhan pembalut juga kami sediakan. Untuk pasien laki-laki, kebutuhan seperti pakaian dalam juga kami siapkan,” tambah dr. Hanif.
UNBP Dorong Penguatan Kerja Sama dengan RSJ Aceh
Sementara itu, Rektor Universitas Bumi Persada, Assoc. Prof. Dr. Mariyudi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh jajaran RSJ Aceh.
Ia mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus melanjutkan dan mengembangkan kerja sama yang telah terjalin antara UNBP dan RSJ Aceh.
“Terima kasih atas sambutan hangat dari RSJ Aceh. Utamanya, kunjungan ini untuk merajut silaturahmi. Sebelumnya kita sudah bekerja sama dan mudah-mudahan kerja sama ini dapat terus kita tingkatkan,” ujar Mariyudi.
Mariyudi yang baru sekitar satu bulan dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Bumi Persada tersebut mengatakan pihaknya ingin mendorong kampus agar memberikan dampak yang lebih nyata bagi perkembangan Aceh.
“Kami ingin kampus kami bisa menjadi kampus yang berdampak untuk perkembangan Aceh,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kerja sama yang telah berjalan akan terus dievaluasi dan dikembangkan. Berbagai program yang belum terlaksana akan didiskusikan kembali untuk melahirkan gagasan dan bentuk kerja sama baru yang lebih baik ke depan.
“Yang belum terlaksana akan kita gagas dengan ide-ide baru. Yang sudah terlaksana juga akan kita cari ide-ide yang lebih baik lagi ke depan,” jelasnya.
Salah satu bentuk kerja sama yang saat ini telah berjalan adalah pelaksanaan praktik mahasiswa UNBP di RSJ Aceh. Menurut Mariyudi, kegiatan praktik lapangan memberikan pengalaman yang sangat penting bagi mahasiswa karena mereka dapat berhadapan langsung dengan kondisi pelayanan kesehatan.
“Mahasiswa mendapatkan pengalaman yang maksimal setelah praktik di RSJ dibandingkan jika mereka hanya terus belajar teori di dalam ruang kelas,” ujarnya.
Selain praktik mahasiswa, UNBP juga telah mengagendakan program magang bagi mahasiswa profesi Ners. RSJ Aceh menjadi salah satu rumah sakit yang dipersiapkan sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.
“Kami sudah mengagendakan magang untuk profesi Ners dalam beberapa waktu ke depan. RSJ Aceh merupakan salah satu rumah sakit yang menjadi tempat magang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mariyudi juga meminta dukungan RSJ Aceh untuk membimbing dan membina mahasiswa UNBP yang melaksanakan praktik maupun magang.
“Kami meminta RSJ Aceh untuk dapat membimbing dan membina mahasiswa kami yang praktik maupun magang di sini, sehingga mereka mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang maksimal,” tutupnya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara RSJ Aceh dan Universitas Bumi Persada, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tenaga kesehatan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pelayanan kesehatan jiwa di Aceh.[]

Belum ada komentar