Bangkalan — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla meminta agar umat Islam mengoptimalkan pemanfaatan masjid pada berbagai kegiatan positif dan bernilai ibadah.

“Masjid ini merupakan tempat yang sangat strategis untuk berbagai pengembangan usaha yang bernilai positif,” kata Jusuf Kalla, seusai melantik Pengurus Dewan Masjid Indonesia Bangkalan, Rabu (7/11) kemarin.

JK menyatakan, selain sebagai tempat menjalan ibadah salat, masjid juga bisa difungsikan untuk kegiatan pendidikan, pengembangan usaha ekonomi, serta berbagai jenis kegiatan sosial masyarakat yang seirama dengan nilai-nilai agama. “Masjid ini kan tempat berkumpulnya masyarakat secara umum, khususnya umat Islam,” katanya menjelaskan.

Menurut JK, jika pemanfaatan masjid bisa dilakukan secara optimal, ia yakin, nuansa kehidupan sosial masyarakat di sekitar masjid akan lebih baik dalam banyak hal. Dalam kesempatan itu, JK juga sempat berpesan agar masjid jangan sampai dimasuki kepentingan internasional, seperti penyebaran paham sesat dan radikal yang justru bisa mengancam, tatasan kehidupan sosial masyarakat.

“Contohnya, dengan memasukkan paham sesat, membuat bom untuk membunuh sesama umat atau dijadikan tempat untuk menyampaikan doktrin keagamaan yang memusuhi pemerintah,” katanya menjelaskan.

JK berharap, para pengurus dan takmir masjid, agar hendaknya bisa mengarahkan agar masjid juga bisa menjadi tempat untuk memupuk sikap toleransi antarsuku dan antaragama. Pengurus DMI Bangkalan yang dilantik, adalah Mondir Rofii dan Mofi Imron, masing-masing sebagai ketua dan sekretaris.

Hadir juga mendampingi Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf, para ulama pengasuh pondok pesantren se-Bangkalan, serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Bangkalan. (harianterbit.com)

KOMENTAR