Banda Aceh –  Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar menilai pemberitaan sejumlah media nasional tentang isu teroris di Aceh bisa merusak perdamaian. Konflik antara teroris dan kepolisian selama ini dinilai terlalu dilebih-lebihkan oleh sejumlah media nasional dan bertentangan dengan realita.

“Saya juga alergi dengan kata-kata teroris Aceh yang diangkat sejumlah media nasional. Padahal yang terjadi adalah warga luar yang datang ke Aceh untuk mengacaukan keamanan,” kata Muhammad Nazar di sela-sela sidang Paripurna DPR Aceh, Senin (15/3/2010).

Menurut Wagub, media nasional harus memperhatikan kasus tersebut secara bijak guna menghindari kesalahan dalam pemberitaan. Keinginan masyarakat di Aceh untuk dapat hidup tenang pascakonflik yang berkepanjangan dinilai harus tetap dijaga semua pihak.

“Polisi juga harus menyelesaikan kasus teroris ini dalam waktu yang lebih singkat. Saya yakin mereka bisa melakukannya secara profesional serta sesuai dengan kode etik kepolisian,” jelas Wagub lagi.

Sementara Adanya kasus penembakan warga sipil, Nazar meminta polisi untuk mengusut tuntas agar kejadian itu tidak terulang di masa mendatang sehingga kewibawaan polisi tetap terjaga dan dihormati masyarakat.

“Pokoknya kita percaya polisi mampu menuntaskan hal ini sehingga warga sipil tidak lagi menjadi korban. Kasus ini sangat peka bagi masyarakat Aceh sehingga harus segera ditangani agar tidak membangkitkan konflik baru,” akhirinya.(*/ha/crd)

KOMENTAR