Tifatul Sembiring (kanan)
Tifatul Sembiring (kanan)

MENTRI Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menggimbau agar media massa, termasuk televisi tidak menjadi alat kampanye menjelang Pemilihan Umum 2014.

Hal itu disampaikan Tifatul dihadapan para CEO Penyiaran TV, KPI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa asosiasi penyiaran pada “breakfast meeting” di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (29/4).

“Saya berharap untuk menghadapi pemilu, televisi dan media lain independen, saya tahu beberapa aktivis politik, tapi janganlah gunakan ini semata-mata untuk memasarkan partai dan dirinya sendiri,” kata Tifatul seperti diberitakan Antara.

Tifatul mengatakan hal tersebut karena tidak dipungkiri sejumlah pemilik media juga merupakan aktivis politik.

Saat ini mulai banyak tayangan-tayangan di media televisi terkait politik yang dianggap kampanye.

Untuk itu ia mengharapkan sebuah media profesional, di mana redaksi media itu tidak dicampuri oleh pemilik media.

Di samping itu aturan yang mengatur juga sudah ada antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Kita berharap suasana Pemilu 2014 ini baik pemilihan legislatif maupun presiden menghasilkan pimpinan yang lebih baik dari hari ini,” tambah dia.[]

KOMENTAR