Muara Tiga – Operasi yang digelar polisi untuk mengejar jaringan yang diduga teroris di kawasan Simpang Beutong sejak beberapa hari lalu, tidak mengganggu aktivitas warga yang berladang di kawasan itu.

Meski puluhan polisi dengan senjata lengkap menyisir lembah Seulawah yang masuk kawasan gampong Simpang Beutong, aktivitas warga tetap seperti biasa di perkebunan mereka. “Kami tidak merasa terganggu dengan operasi polisi selama ini. Sama kami pun tidak pernah ditanya apa-apa,” ujar Bustamam Ahmad, salah seorang petani setempat, Selasa (9/3/2010).

Menurut Ahmad, operasi polisi kali ini berbeda ketika konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan aparat keamanan. “Waktu itu, jika ada aparat operasi kami takut, tapi, operasi ini kami tidak merasa takut sedikit pun. Apalagi yang dicari jelas,” terangnya ketika dijumpai Harian Aceh di kediamannya.

Hal senada juga diakui Nurdin Ibrahim, petani lainnya. Beberapa waktu lalu, katanya, ada puluhan aparat polisi bersenjata lengkap melakukan penyisiran termasuk di jalan depan rumah dia, jalan Simpang Beutong-Kalee, Muara Tiga, tetapi mereka tidak pernah mengorek informasi darinya.

Dia berharap operasi tersebut berjalan sesuai rencana, tidak jatuh korban di pihak sipil, sehingga warga sipil tidak kembali trauma seperti masa konflik yang baru saja berlalu. Dia juga berharap kedamaian yang telah tercipta dengan susah payah ini bisa bertahan selamanya. “Janganlah mengusik kedamaian yang sedang kami nikmati ini,” harapnya di ujung pembicaraan, kemarin.(ari)

(Harian Aceh)

KOMENTAR