Jakarta — Berbagai upaya Indonesia dalam mendukung agar Palestina berdaulat terus dilakukan sejak bertahun-tahun yang lalu. Beberapa upayanya adalah dengan mengirimkan bantuan ke Palestina dan ikut dalam memboikot produk-produk yang dihasilkan Israel.

Peran pemerintah Indonesia juga terlihat di ajang internasional. Berkali-kali Indonesia menyampaikan dukungannya bagi kemerdekaan Palestina. Bahkan, pada pekan lalu, Indonesia yang diwakili Menlu, Marty Natalegawa, memberikan dukungan saat pemungutan suara.

Menurut Marty, Indonesia menjadi co-sponsor Palestina dalam upaya resolusi di Majelis Umum tersebut. Tak hanya itu, pihaknya juga terus mengupayakan agar Palestina tak sekedar menjadi negara anggota peninjau PBB. Indonesia terus mendukung agar Palestina menjadi anggota penuh PBB.

Karena itulah, Palestina mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas dukungan peningkatan status negara Timur Tengah tersebut di dalam keanggotaan PBB. Dalam perolehan status baru tersebut, Indonesia menjadi co-sponsor rancangan resolusi Palestina yang diajukan ke Majelis Umum PBB.

Delegasi Palestina dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Rabihah Hamdan mengucapkan rasa terima kasih atas nama warga Palestina kepada Indonesia. Ia mengatakan Indonesia telah berperan serta dalam upaya Palestina untuk diakui masyarakat internasional.

“Kami mengucapkan sangat terima kasih atas apa yang dilakukan Indonesia selama ini, Indonesia pun membantu kami hingga kami memperoleh peningkatan status di PBB,” ujarnya disela konferensi di Jakarta, Selasa (4/12).

Rabhihah yang menjabat Menteri Urusan Wanita Palestina tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh negara yang mendukung peningkatan status Palestina. Menurutnya, Palestina tak mampu meraih hal tersebut tanpa bantuan negara-negara tersebut, terutama negara Islam dan Arab.

Sebagaimana dikabarkan, Palestina memenangkan suara Majelis Umum PBB untuk meningkatkan status keanggotaan pada Kamis lalu. Dengan status baru, entitas negara Palestina diakui dan dapat ikut serta dalam lembaga internasional. (republika.co.id)

KOMENTAR