Kairo — Liga Arab optimistis Palestina bisa menjadi anggota tetap PBB. Optimisme ini muncul seiring dukungan yang kian menguat dari negara-negara anggota PBB terhadap Palestina.

“Dari 190 negara anggota PBB ada 130 negara yang sudah menyatakan dukungan kepada Palestina,” kata Wakil Sekretaris Jendral Liga Arab, Ahmed bin Hilly, kepada delegasi Komisi I DPR untuk Palestina, Rabu (28/11) sore waktu Kairo.

Ahmed menyatakan keanggotaan Palestina di PBB penting bagi masa depan rakyat Palestina. Dengan menjadi anggota tetap PBB posisi tawar Palestina dalam berbagai perundingan di PBB akan semakin tinggi. “Menjadi anggota tetap PBB merupakan jalan masuk bagi kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Usaha mendukung Palestina menjadi anggota tetap PBB tidak akan dipengaruhi terpengaruh sikap politik Amerika Serikat. Pasalnya penetapan keanggotaan sepenuh wewenang para anggota tetap. Tidak ada mekanisme veto sebagaimana terdapat dalam penentuan kebijakan dewan keamanan PBB. “Penetapan Palestina sebagai anggota PBB bisa tetap terjadi meski tanpa dukungan Amerika Serikat,” kata Ahmed.

Ketua Delegasi Komisi I DPR untuk Palestina, Mahfudz Siddiq, mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Liga Arab dalam memperjuangkan nasib rakyat Palestina. Seperti halnya Liga Arab, Mahfudz menyatakan Indonesia berada dalam posisi mendukung Palestina menjadi anggota tetap PBB.

Dukungan dan simpati Indonesia kepada Palestina tak lepas dari akar sejarah kemerdekaan Indonesia. Mahfudz menyatakan Palestina merupakan bangsa pertama di dunia yang mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat pascaproklamasi 1945. “Indonesia memiliki hutang sejarah kemerdekaan terhadap Bangsa Palestina,” ujar Mahfudz.

Saat ini posisi Palestina di PBB adalah anggota peninjau (Observer). Dalam posisi itu Palestina hanya boleh mengikuti rapat-rapat yang diadakan Majelis Umum PBB, tanpa berhak memberikan pendapat dan suara.

Pada 29 November 2012 mendatang, Presiden Palestina Mahmoud Abbas direncanakan bakal mengajukan Palestina sebagai anggota PBB. Banyak pihak percaya keanggotaan Palestina di PBB merupakan jalan masuk menuju kemerdekaan Palestina.

Rusia Dukung Palestina di PBB

Pemerintah Rusia terang-terangan menegaskan dukungannya bagi Palestina di PBB. Rusia menyatakan akan memilih pilihan yang menjamin peningkatan status keanggotaan Palestina.

“Federasi Rusia akan menggunakan hak pilih untuk mendukung resolusi ini didasarkan pada posisi yang kami yakini,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia menjelang voting di Majelis Umum PBB, seperti dilansirChannel News Asia, Kamis (29/11).

Rusia yang merupakan salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah sejak lama menunjukkan dukungan bagi resolusi yang memperjuangkan peningkatan status Palestina di PBB.

“Dukungan kami terhadap sikap Majelis Umum ini juga dipicu oleh fakta bahwa hal ini sendiri bagi rakyat Palestina tidak dipandang sebagai…sebuah alternatif bagi proses perdamaian di Timur Tengah,” terang Kemenlu Rusia.

“Pada kondisi seperti ini, upaya internasional maupun regional harus difokuskan pada kelanjutan perundingan langsung antara Israel-Palestina,” imbuh Kemenlu Rusia dalam pernyataannya.

Kamis (29/11) waktu setempat atau Jumat (30/11), sebanyak 193 negara anggota PBB, termasuk Rusia, China, Israel bahkan Amerika Serikat diharapkan menggunakan hak pilihnya dalam Sidang Majelis Umum PBB. Mereka akan memilih apakah mendukung atau menentang resolusi yang diajukan Palestina soal peningkatan status keanggotaannya di PBB.

Sebelumnya diberitakan, Prancis menyatakan dengan jelas akan mendukung Palestina dalam resolusi tersebut. Sikap Prancis ini ditentang keras oleh sekutu lamanya, Amerika Serikat. AS bersama Israel dipastikan akan menolak resolusi tersebut. (republika/solopos)

KOMENTAR