Sabang – Yasir Arafat, dokter yang dikabarkan kabur dari Rumah Sakit Umum (RSU) Sabang usai menyandang gelar spesialis anastesi (bius) yang dibiayai Pemko setempat, ternyata sudah bertugas di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Humas RSUZA Banda Aceh Husaini yang dihubungi, Selasa (27/4/2010) mengakui oknum dokter itu bertugas di RSUZA. Namun demikian, Husaini tidak bisa menjelaskan alasan dokter yang masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Sabang itu bisa mengantongi nota dinas di rumah sakit umum tersebut.

“Saya baru saja dapat nota dinas dia di RSUZA. Saya akan telurusuri lagi bagaimana proses keluar itu (nota dinas-red). Makanya saya tidak informasikan dulu, karena belum dapat informasi lengkap,” ujar Husaini.

Agar bisa menerangkan secara rinci terkait status Yasir di RSUZA, Husaini mengaku harus menunggu kepulangan Wakil Direktur RSUZA Bidang Personalia yang masih berada di luar kota.

Sementara Direktur RSUD Sabang drg Zuhar Elissa mempertanyakan alasan Yasir Arafat bisa bekerja di RSUZA.

“Dasar apa, nota dinas dari mana, nota dinas itu harusnya dikeluarkan dari atasan yang bersangkutan,” kata Direktur Zuhar Elissa, Selasa (27/4).

Menurut Elissa, berkas Yasir saat ini masih berada di RSU Sabang, sementara gajinya masih di kas RSUD. Sedangkan untuk status PNS dokter tersebut, Elissa mengatakan sedang ditangani pihak Baperjakat.

Sekda Kota Sabang Sofyan Daud dalam pesan singkatnya (SMS) yang dikirim ke wartawan kemarin, mengaku tidak pernah mengeluarkan nota dinas kepada Yasir.

“Seingat saya tidak pernah,” demikian isi SMS Sofyan Daud saat ditanya terkait nota dinas yang dimiliki Yasir untuk bertugas di RSUZA.

Dari informasi diperoleh, Selasa (27/4/2010), Yassir Arafat sejak 2003 diusulkan Pemko Sabang mengikuti pendidikan dan telah memperoleh gelar S2 spesialis anastesi dari Universitas Indonesia (UI) sejak 2006. Namun demikian, hingga saat ini dirinya tidak kembali menunaikan tanggung jawabnya di RSU Sabang.(*/ha/crz)

KOMENTAR