Banda Aceh — Meningkatnya permintaan pasar terhadap berbagai jenis komoditi mengakibatkan harga pala yang merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Aceh Selatan itu mengalami kenaikan hingga 100 persen lebih.

Abdul Latif (53) petani pala di Seubadeh Kecamatan Bakongan Timur Kabupaten Aceh Selatan yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu mengatakan kenaikan harga komoditi pala itu sudah terjadi sejak satu bukan terakhir.

“Kenaikan harga pala sudah lama, meskipun sudah naik namun hasil panen petani menurun akibat tanaman masih diserang hama,” kata Abdul Latif.

Ia menyebutkan sebelumnya untuk pala tipe A ditingkat petani dijual Rp17.000/bambu saat ini Rp35.000/bambu, pala tipe B sebelumnya Rp15.000/bambu naik menjadi Rp33.000/bambu dan tipe C dari Rp13.000/bambu menjadi Rp30.000/bambu serta bunga pala ditampung para agen dengan harga Rp170.000 perkilogram.

Menurutnya, sejak sepuluh tahun terakhir hasil komoditi pala di daerah pesisir pantai barat selatan itu terus mengalami penurunan akibat pohon pala diserang penyakit jamur dan hama penggerek.

“Berbagai cara telah kami lakukan agar tanaman pala yang diserang hama itu tidak mati dan terus berbuah termasuk dengan melakukan pengasapan dibawah pohon pala itu, namun hasilnya juga nihil,” katanya.

Sebelum tanaman pala terjangkit hama dan penyakit rata-rata setiap petani mampu menghasilkan 100 hingga 150 Kilogram setiap musim panen, tapi kini hanya mampu mengumpulkan 30 hingga 50 Kilogram.

“Kami sangat berharap ada upaya yang dilakukan pemerintah untuk membantu kami membasmi hama pala itu,” katanya.

Sementara itu, tokoh pemuda Bakongan Timur T Syamsinahya mengatakan hama jenis jamur dan penggerek batang, dahan dan ranting yang menyerang tanaman pala milik petani itu sudah terjadi sejak 1998.

“Para petani sangat berharap bantuan pemerintah untuk membasmi hama dan penyakit jamur yang menyerang tanaman pala itu, saya kira kalau pemerintah serius menanganinya pasti ada jalan keluar sehingga kesejahteraan warga dan perekonomian daerah menjadi lebih baik,” katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Aceh Selatan menyebutkan 1.500 hektare lebih dari 11.000 hektare lahan perkebunan pala mati akibat serangan penyakit jamur dan hama.

Hama juga mengakibatkan hasil produksi tanaman pala menurun drastis. (ant)

KOMENTAR