Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) segera meningkatkan promosi wisata melalui jejaring sosial dan sosial media untuk menyasar segmen-segmen yang potensial.

“Dalam beberapa waktu terakhir, kami mulai fokus menggarap segmen khusus melalui sosial media. Dan tahun depan akan lebih ditingkatkan,” kata Direktur Sarana Promosi Pariwisata Kemenparekraf, Esthy Reko Astuti di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, promosi wisata melalui sosial media dan jejaring sosial seperti twitter, facebook, dan blog saat ini sangat efektif untuk menjaring segmen pengguna internet aktif yang umumnya berasal dari kalangan generasi muda yang “melek” IT.

Selain itu daya jangkau promosi secara online, menurut Esthy, jauh lebih luas ketimbang promosi wisata secara konvensional.

“Jadi promosi melalui social media, anggarannya kami jadikan satu dengan promosi secara elektronik website yang di dalamnya juga terdapat maintenance untuk konten,” katanya.

Selama ini, Esthy mengakui, biaya termahal untuk promosi wisata online adalah pos untuk maintainance dan search engine organization.

Apalagi, anggaran pemasaran pariwisata dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan sehingga diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan promosi wisata yang efektif tetapi tidak menelan biaya terlampau besar.

Menurut dia, promosi wisata secara online memiliki efek yang kuat dan dapat menjadi jawaban yang tepat untuk persoalan terbatasnya anggaran.

“Sedang diupayakan ada tambahan (anggaran) yang diprioritaskan untuk event-event atau promosi besar. Tahun depan untuk sarana promosi dianggarkan sekitar lebih dari Rp150 miliar,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah dan sedang mengelola website resmi Kemenbudpar di alamat laman www.indonesia.travel.

Selain itu, pihaknya juga mengundang para pelaku industri pariwisata untuk mempromosikan websitenya yang berisi paket-paket wisata domestik melalui www.indonesia.biz.

“Untuk twitter kami yang beralamat di @indonesia.travel saat ini followernya sudah mencapai lebih dari 40.000 orang,” katanya.

Melalui facebook di akun indonesia.travel pihaknya juga gencar mempromosikan pariwisata di tanah air.

Pihaknya juga mendorong para pelaku industri pariwisata untuk mulai berpromosi secara online dengan melakukan pendampingan dan pelatihan membuat website.

“Kita dampingi mereka, kita latih juga bagaimana membuat konten-konten yang menarik, serta meng-upload gambar ke dalam website,” katanya.

Esthy berharap melalui promosi online, pariwisata Indonesia semakin dikenal di dunia sehingga kunjungan wisatawan ke Indonesia semakin meningkat.(ant)

KOMENTAR