Banda Aceh — Kawasan pesisir pantai barat dan selatan Aceh dinilai strategis dan ideal untuk pengembangan industri perikanan terpadu, kata Juru Bicara Kaukus Pantai Barat Selatan (KPBS) Aceh TAF Haikal.

“Kawasan pesisir barat dan selatan Aceh memiliki banyak keunggulan dikembangkan investasi bidang perikanan sampai ke prosesing hasil tangkapan sumberdaya kelautan,” katanya di Banda Aceh, (08/08).

Pesisir barat dan selatan Aceh meliputi beberapa kabupaten merupakan wilayah pegunungan dan perairan laut yang luas berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Untuk wilayah darat, TAF Haikal menjelaskan sangat potensial dibangun industri prosesing (hilir), misalnya pengolahan ikan sampai kepengepakan (peking), selanjutnya dipasarkan baik untuk kebutuhan pasar dalam maupun luar negeri.

“Bahan baku untuk industri, seperti ikan itu tentunya dipasok dari hasil tangkapan nelayan di perairan laut wilayah pesisir barat dan selatan Aceh yang luas pantainya terbentang panjang hampir mencapai 500 kilometer,” katanya menambahkan.

TAF Haikal menjelaskan jika pemerintah mewujudkan pesisir pantai barat dan selatan Aceh menjadi zona industri perikanan dan kelautan maka akan memberi manfaat juga bagi upaya perlindungan kekayaan laut nelayan asing.

“Selama ini, nelayan asing sering menjarah ikan di perairan laut barat dan selatan Aceh dikarenakan kemampuan nelayan lokal terbatas sarana tangkap, juga karena jika hasil tangkapan melimpah maka harganya anjlok disebabkan tidak tertampung pasar,” kata dia menambahkan.

TAF Haikal memastikan jika pemerintah dan dunia usaha mau mewujudkan pesisir barat dan selatan Aceh menjadi kawasan industri perikanan dan kelautan terpadu, maka akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi di provinsi itu.

“Kita tidak berharap investasi yang dilakukan di Aceh justru dapat menuai kekisruhan sosial yang mengandalkan kekayaan perut bumi semata. Konflik puluhan tahun harus benar-benar dijadikan pengalaman pahit dalam membangun Aceh,” kata dia. (ant)

KOMENTAR