Lhoksukon, Seputar Aceh – Sejumlah korban konflik yang pernah menjadi Tenaga Bantu Operasi (TBO) yang tergabung dalam kelompok Pembela Tanah Air (PETA), dan Himpunan Masyarakat Korban Konflik (HMKK), memperoleh bantuan 100 ekor sapi, ladang seluas 4 Ha, satu unit Puskeswan, mesin pemotong rumput serta pembangunan jalan ke lokasi sepanjang 500 meter. Semua bantuan tersebut berasal dari dana Otonomi khusus tahun 2008, melalui Dinas Peternakan Aceh Utara.

Bantuan diserahkan langsung Bupati Aceh Utara, Ilyas A Hamid kepada Ketua PETA dan HMKK yang juga selaku penanggung jawab program ternak sapi gotong royong mandiri, Satria Insan Kamil, Rabu (3/11) di Desa Bantan, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Utara meminta kepada masyarakat penerima bantuan khususnya kelompok ternak sapi gotong royong mandiri, agar bersungguh-sungguh dalam menekuni usaha peternakan, dengan menjaga pakan, memberi perawatan yang baik sampai kebersihan kandang.

“Hari ini saya melihat, lingkungan ternak sapi di Bantan ini masih kotor,” ujar mantan kombatan GAM itu.

Selain itu, Pemda Aceh Utara sekarang ini tengah menjalankan program bantuan sapi dengan cara revolfing dan hasilnya dapat ditingkatkan untuk melakukan pemberdayaan warga lainnya yang membutuhkan bantuan.“Saya sangat berharap Kecamatan Cot Girek bisa dijadikan pilot projek peternakan ke depan,” kata Ilyas.

Menurutnya, dari pengalaman yang ada selama ini, sejumlah warga yang menerima bantuan tidak menjalankan programnya dengan sungguh-sungguh dan dominan mereka memanfaatkan bantuan untuk membeli kebutuhan lain.

“Contoh, hari ini kita kasih sapi, besoknya bagi-bagi duit, ada yang beli sepeda motor dan macam-macam. Bagi duit boleh, tapi setelah panen, jangan sebelum panen. Jika ini terjadi, bantuan ke depan akan saya sekat. Tolong itu digarisbawahi,” kata Ilyas di hadapan ratusan

warga Kampung Bantan, Kecamatan Cot Girek.

Ilyas juga mengatakan, Pemda Aceh Utara tidak pernah memilah-milah dalam memberikan bantuan. “Semua sama, apakah PETA dan HMKK atau pun masyarakat lainnya,” kata dia.

Ketua PE TA Aceh Utara dan yang juga Penanggung jawab program ternak sapi gotong royong mandiri mengatakan, jumlah batuan 100 ekor sapi itu belum memadai bila dibandingkan dengan jumlah anggota relawan PETA, yaitu 647 orang dan HMKK 850 orang.

Meskipun demikian pihaknya berterima kasih kepada bupati dan Dinas Peternakan Aceh Utara yang telah memberikan perhatian kepada anggotanya. [sa-rza]

KOMENTAR