Bireuen – Warga Kecamatan Kota Juang dan Juli, Bireuen mengeluhkan kondisi Jalan Bireuen–Takengon, terutama dari kilometer 1-2 yang belum diperlebar dan diaspal oleh rekanan.

Zulfikar, 49, seorang warga Kecamatan Juli kepada Harian Aceh, Minggu (4/4/2010) mengatakan, beberapa bulan terakhir warga yang tinggal sepanjang jalan provinsi itu mengeluhkan debu jalanan yang beterbangan sampai masuk rumah mereka.

”Selain terpaksa menghirup debu, di tempat yang sudah dilebarkan juga cenderung berbahaya, karena aspalnya sampai ke teras rumah penduduk akibat tidak ada birem jalan,” ujarnya.

Direktur PT Cipta Karya Aceh (CKA) Bireuen, Haji Saifannur, rekanan pelaksana paket pelebaran jalan tersebut mengaku, sebagian dari paket  pelebaran Jalan Bireuen–Takengon itu telah ditangani dan ada yang sedang dikerjakan.

“Tetapi di beberapa tempat belum bisa dilakukan pelebaran dan pengaspalan, karena terkendala ganti rugi tanah yang belum tuntas,” pungkas dia. Saifannur mengatakan, kontrak pekerjaan paket pelebaran Jalan Bireuen- Takengon itu akan berakhir Oktober 2010, karena itu, dia mengingatkan Pemkab Bireuen secepatnya menyelesaikan masalah ganti rugi tanah yang terkena pelebaran jalan.(*/ha/del)

KOMENTAR