Bireuen – Camat Pandrah dituding belum membayar ongkos penyaluran beras miskin (Raskin) tahun 2009 kepada sejumlah geuchik di Kecamatan Pandrah selama delapan bulan, dan menahan uang SPPD pegawai.

Sejumlah sumber Harian Aceh kemarin mengatakan, perihal dugaan penyelewengan kedua dana tersebut telah dikeluhkan oleh masing-masing pihak yang berhak menerimanya sejak dua bulan terakhir, terlebih dana tersebut telah dianggarkan sejak tahun 2009. “sebuah ironi hingga bulan Maret 2010 dana itu belum direalisasikan,” ujar seumber tersebut.

Camat Pandrah, M Jamil SPd yang dikonfirmasi Harian Aceh, Kamis (11/3/2010) membenarkan belum membayar ongkos penyaluran beras untuk keluarga miskin tahun 2009 kepada geuchik di 19 desa dengan total dana Rp8 juta.

“Biaya itu ada dan sebelumnya telah tersedia. Tapi telah saya pinjam untuk membiayai kegiatan tim sepakbola Kecamatan Pandrah guna mengikuti Kompetisi U-21 Pengcab PSSI Bireuen beberapa waktu lalu. Itu karena sumber dana lain tidak ada,” ujarnya.

Jamil mengatakan, dana tersebut akan dibayarkan kepada geuchik setelah sejumlah item dana Kecamatan Pandrah yang masih tertahan di Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen cair, seperti biaya SPPD camat dan pegawai, BBM, dan beberapa pembiayaan lainnya. “Bila dana itu cair dana yang tertahan akan diganti,” ujarnya.

“Tetapi yang akan saya salurkan itu nantinya dengan uang yang menjadi hak saya. Artinya saya pinjam dana itu untuk kegiatan olahraga dan akan saya ganti dengan dana yang menjadi hak saya. Jadi dana untuk olahraga itu sebenarnya tanggungan saya pribadi, karena tidak ada sumber lain,” lanjut Jamil.

Dana ongkos penyaluran Raskin yang dipinjam sementara itu, kata Jamil, dihabiskan untuk membeli seragam pemain tim sepakbola Persatuan Sepakbola Kecamatan Pandrah (PSKP), biaya latihan, makan, minum dan transportasi tim selama mengikuti kompetisi.

Sementara soal dana SPPD beberapa pegawainya yang belum dibayar, Jamil mengatakan, sebagian dana SPPD sudah cair. ”Jadi beberapa pegawai telah menerima. Sementara ada beberapa pegawai yang belum menerima itu karena dananya masih tertahan di Keuangan Pemkab Bireuen,” imbuhnya.(*/del)

KOMENTAR