Lhokseumawe, Seputar Aceh – M Amin warga Menasah Drang Kecamatan Muara Batu, dikeroyok tiga pemuda di warung kopi desa setempat. Senin malam (23/11), sekitar pukul 21.00 WIB. Korban bersimbah darah dengan enam liang luka tikaman di tubuhnya.

Pengeroyokan baru berhenti setelah Samsul (42), warga setempat melerai duel mau itu. Saat Samsul tiba, pelaku langsung melarikan diri.

Menurut Abdullah (25) adik kandung korban, ketiga orang pelaku itu adalah Kamaruzzaman (19), Muksin (30), Juanda (35). Mereka tiga bersaudara yang juga warga desa setempat.

Samsul saksi mata peristiwa itu mengatakan, kejadian bermula saat pelaku bernama Kamuruzzaman, pada Senin sore terlihat memetik buah kelapa milik M Amin.

M Amin lalu mendatangi pelaku dan menanyakan kepada Kamaruzzaman yang memetik kelapa miliknya. Mendapat terguran tersebut, pelaku malah menghardik korban. Korban marah dan memukul pelaku dengan tangannya, saat itu korban pulang ke rumahnya.

Samsul Menambahkan, pada malam harinya, seperti biasa korban mangkal di warung kopi desa setempat. “Tiba –tiba saya melihat datang tiga orang tersebut pada meja kopi M Amin, dan saya melihat terjadinya perkelahian korban dengan tiga orang pelaku,” kata Samsul yang ikut mengantar korban ke  Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe.

Lanjut Samsul, saat itu warga mengira percekcokan itu sebagai pertengkaran biasa. “Tapi tiba-tiba saya mendengar kata-kata M Amin, kamu sudah menusuk saya, saat itu saya langsung melerai perkelahian itu,” kata Samsul.

Melihat M Amin bersimbah darah, warga yang berada di warung spontan histeris. Ratusan warga berhamburan ke lokasi, dan korban langsung dievakuasi ke Pukesmas Kecamatan Muara Batu. Selanjutnya korban di rujuk ke Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli melalui Kapolsek Muara Batu Ipda Ilyas kepada Seputar Aceh membenarkan kejadian tersebut.

“Sekarang kita telah menangkap satu orang tersangka pengeroyokan bernama Kamaruzzaman (19). Dan sekarang sedang kita periksa secara intensif,” kata dia. Ilyas menambahkan, saat ini pihaknya masih memburu dua pelaku lainnya. [sa-rza]

KOMENTAR