Omba-ombak yang besar di laut Simeulue

Simeulue — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simeulue Zulmufti mengatakan, lomba Aceh Internasional Surfing Championship pada Mei 2013 diperkirakan menghabiskan dana Rp.800 juta.

Hingga kini, kata Zulmufti, Pemerintah Daerah kabupaten Simeulue hanya dapat menyediakan dana Rp100 juta. Sedangkan sisanya belum jelas didapatkan dari mana.

“Kita kesulitan dana untuk acara, kita butuh dukungan dana dari Provinsi Aceh,” ujar Zulmufti kepada Berita21.com,(16/3).

Namun, kata Zulmufti, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Simeulue juga telah menyodorkan proposal kepada sponsor yang mau membantu dana. Zulmufti juga meminta Dinas Pariwisata Aceh juga ikut membantu event internasional tersebut.

Sementara itu, ada lima lokasi yang akan dijadikan pusat kegiatan di Simeulue yakni, pantai Desa Alus Alus dan lokasi objek wisata batu belayar di Kecamatan Teupah Selatan. Sedangkan tiga lokasi lainnya berada di pantai Desa Inor, pantai Desa Nancala dan pantai Desa Maudil di Kecamatan Teupah Barat

“Dari lima lokasi yang kita survei itu, ada satu lokasi yakni pantai Desa Maudil, yang layak jadi tempat lomba surfing tingkat dunia itu,” kata Denny Affandy, Ketua Aceh Extreme Sport Championship (AESC).

Selain itu, kata Denny, panitia siap untuk melaksanakan agenda tersebut dalam agenda Visit Aceh Year 2013 di lokasi yang telah ditetapkan.

“Setelah kita tentukan lokasinya, maka selaku panitia telah siap menggelar event tingkat dunia ini, yang akan diikuti peserta dari berbagai negara dan juga peserta dalam negeri,” kata Denny. (berita21.com)

KOMENTAR