Bireuen, Seputar Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fauziah telah memiliki gedung baru bantuan LSM asing, yang telah rampung dibangun. Tapi, hingga kini gedung baru itu belum dapat difungsikan karena belum diserahterimakan.

Bangunan yang sebelumnya direncanakan untuk ruang rawat inap itu diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat, terutama pasien miskin yang tak mampu membayar sewa ruangan sehingga terpaksa menjalani perawatan di lorong-lorong rumah sakit.

Direktur RSUD Fauziah, Dokter Irwan A Gani, mengatakan gedung baru itu akan dioperasikan untuk mendukung rencana pemisahan pasien menurut jenis penyakit yang diderita.

“Nantinya tidak ada istilah sal-sal lagi. Ruang rawat inap pasien akan dipisahkan menurut jenis penyakit yang diderita pasien,” katanya. Menurut Irwan, gedung baru tersebut akan menampung 60 ranjang pasien.

Amiruddin, warga Peusangan, Bireuen, mengatakan manajemen rumah sakit harus mengutamakan kepentingan masyarakat ketimbang mengejar pendapatan daerah melalui sewa ruangan rawat inap.

“Masalah selama ini banyaknya pasien terutama dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar sewa ruangan di kelas utama dan VIP, sedangkan ruangan untuk Jamkesmas (sal) jumlahnya terbatas,” katanya. [sa-mhs]

KOMENTAR