Banda Aceh – Para petani kopi di daerah sentra produksi di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengeluh anjloknya harga komoditas tersebut pada musim panen tahun ini.

“Anjloknya harga jual pada musim panen 2010 itu karena kualitas kopi menurun akibat cuaca yang tidak menentu,” kata salah seorang petani kopi, Taruna Arifin, yang dihubungi di Bener Meriah, Aceh, Jumat (30/4/2010).

Petani kopi asal Kampung Rimba Raya, Bener Meriah itu menyebutkan, harga kopi Gabah Kering Giling (GKG) pada musim panen 2010 ini senilai Rp10.000/kg, turun dari panen tahun sebelumnya (2009) yang mencapai Rp15.000/kg.

“Itu kopi jenis arabika. Kondisi harga itu jelas merugikan para petani, apalagi saat ini harga berbagai kebutuhan pokok dan pupuk di tingkat pedagang rata-rata mengalami kenaikan,” katanya menjelaskan.

Sementara biji kopi kecil, juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni Rp15.000/kg (2010) dibandingkan periode yang sama pada 2009 mencapai Rp18.000/kg.

Di Bener Meriah terdapat areal kebun kopi masyarakat seluas sekitar 40 ribu hektare lebih. Bener Meriah yang merupakan daerah dengan topografi pegunungan itu juga dikenal sebagai wilayah dataran “Tinggi Gayo”.

Di pihak lain, Taruna Arifin juga menyebutkan, masalah lain sebagai dampak anjloknya harga jual kopi petani yakni karena pohon kopi diserang hama penyakit akar, yang mengakibatkan daun menjadi kuning dan buah kehitam-hitaman.

“Kondisi penyakit yang menyerang tanaman kopi itu mengakibatkan juga sebagian petani mengalami gagal panen. Kalau turunnya harga mungkin tidak begitu berpengaruh bagi petani, tapi gagal panen yang meresahkan,” kata dia menjelaskan.

Selain kopi, harga kelompok sayur mayur yang dijual di tingkat petani di Bener Meriah juga mengalami penurunan drastis pada musim panen tahun ini, misalnya tomat dari sebelumnya Rp4.000/kg kini menjadi Rp2.000/kg.

Kentang di daerah sentra sayur-mayur di provinsi ujung paling barat Indonesia itu kini juga turun menjadi Rp3.500/kg dari sebelumnya mencapai Rp6.000/kg dan cabe rawit dari Rp10.000/kg menjadi Rp5.000/kg.(*/mic)

KOMENTAR