Banda Aceh — Kota Sabang, Provinsi Aceh, menggelar festival untuk menyemarakkan peringatan “Hari Laut Sedunia” dengan melibatkan ribuan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut pada 9-10 Juni 2012.

“Sabang menjadi salah satu tempat di Indonesia bersama Bandung, Bali dan Manado untuk perayaan `Hari Laut Sedunia` tahun ini,” kata Ketua panitia festival Riswan yang dihubungi dari Sabang, Rabu (6/6/).

Festival Laut Sabang dilaksanakan Wildlife Conservation Society (WCS) Marine Program bekerja sama dengan Pemkot Sabang dan sejumlah LSM seperti Jaringan KuALA, WWF, ACC, Coral Oasis, Rubiah Tirta Diver, PMI Sabang, Ocean Diving Club (ODC) – Unsyiah, Discover Aceh Divers Club (DADC), FFI, dan Sahabat Laut (Salut).

“Seribuan orang akan terlibat dalam perayaan itu termasuk aksi makan bubur kacang hijau massal yang digelar di Sabang Fair, salah satu lokasi wisata pantai di Kota Sabang,” katanya menjelaskan.

Festival Laut Sabang juga menjadi rangkaian perayaan HUT ke-47 Kota Sabang. “Kami ingin mempromosikan tentang keindahan laut Sabang yang sudah terpelihara dengan baik dan menjadi objek wisata menarik bagi turis lokal dan mancanegara,” kata dia menambahkan.

Aksi paling menarik dari festival itu adalah makan bubur massal dengan melibatkan sekitar 1.200 pelajar dan warga di kota berpenduduk sekitar 35 ribu jiwa tersebut.

Panitia menyediakan bubur dan mangkuk gratis dengan pesan-pesan penyelamatan laut. Selain itu, juga digelar lomba menggambar dan mewarnai untuk anak sekolah serta karnaval bertema laut.

“Kami mengajak orang ramai-ramai datang ke Sabang untuk melihat perayaan ini, dan dapat ikut serta dalam aksi penyelamatan laut tersebut,” kata Riswan menambahkan.

Selain itu, belasan penyelam dari Kota Sabang dan Banda Aceh akan beraksi membersihkan sampah di dasar Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teupin Layeu di Iboih dan Pantai Gapang pada 10 Juni 2012 yang merupakan puncak peringatan hari laut sedunia.

Para relawan juga akan menanam bakau juga di Jaboi. Aksi membersih pantai di Anoi Itam dan Sumur Tiga juga melibatkan relawan dari Sabang dan Banda Aceh. (ant)

KOMENTAR