Perwakilan dari Taman Pelajar Aceh Yogyakarta (Ist)
Perwakilan dari Taman Pelajar Aceh Yogyakarta (Ist)
Perwakilan dari Taman Pelajar Aceh Yogyakarta (Ist)

YOGYAKARTA merupakan kota pelajar dan kota budaya, sejalan dengan slogan yang sering diucapkan “belajar dikota pelajar dan berbudaya di kota budaya”. Hal inilah yang sejak dahulu telah mengundang dan memikat banyak pemuda-pemudi dari berbagai penjuru nusantara untuk menimba ilmu di Yogyakarta.

Pagelaran Budaya Mahakarya Sabang-Merauke pada tanggal 26-27 Juni 2-013 lalu yang berpusat di monumen serangan umum 11 Maret 1949 di Yogyakarta di motori oleh Ikatan Keluarga Pelajar Daerah Indonesia yang menjadikan tolak ukur betapa bersatunya kebudayaan Nusantara di Yogyakarta dengan segala keberagaman etnis serta kultur yang mampu bersatu padu meski berbeda.

Ini merupakan wadah bagi mahasiswa daerah di Yogyakarta untuk menyatukan diri dalam perbedaan. Tidak luput pula mahasiswa Aceh yang sedang melaksanakan studi di Yogyakarta, Organisasi Mahasiswa Aceh tertinggi di Yogyakarta, yakni Taman Pelajar Aceh menerima penghargaan Piagam Perdamaian yang dianugerahkan oleh Kepala Kesbanglinmas Provinsi DIY Agung Supriyono, SH.

Piagam ini diberikan karena selama ini Taman Pelajar Aceh karena mampu menjaga keberagaman budaya nusantara, toleransi terhadap budaya daerah lain dan ikut serta menjaga ketentraman di Yogyakarta.

Piagam tersebut di terima langsung dalam penutupan Mahakrya Sabang-Merauke oleh Duta TPA 2013, yaitu Yevi Yusnanda (UII) dan Khairunnisa Sy (UGM). Kegiatan Mahakarya Sabang-Merauke dimeriahkan dengan penampilan tari Rapai geleng oleh komunitas Seniman Perantauan Atjeh.

Ketua Umum Taman Pelajar Aceh Yogyakarta Taufik Akbar mengatakan bahwa, “selama ini pelajar dan mahasiswa Aceh di Yogyakarta selalu ikut aktif dalam memperkenalkan budaya daerahnya, baik dalam pementasan kesenian tari maupun diskusi budaya daerah”.

Lanjut, Taufik, dengan adanya wadah paguyuban ini mahasiswa Aceh mampu mengeksplorasi berbagai keberagaman budaya di Yogyakarta dari sabang hingga merauke. “Taman Pelajar Aceh terus menjaga perdamaian dan ketentraman di Yogyakarta dengan kekuatan budaya,” pungkasnya.

Terdapat 4 (empat) asrama mahasiswa Aceh yang berdiri sejak tahun 1950 dan tersebar di berbagai tempat di Yogyakarta yakni Asrama Aceh Meurapi Duwa, Asrama Aceh Sabena, Asrama Aceh Meuligoe Iskandar Muda dan Asrama Putri Cut Nyak Dhien. Dengan adanya asrama tersebut mahasiswa Aceh di Yogyakarta mampu berinteraksi dengan warga Jogjakarta yang di kenal ramah tamahnya. (rilis)

KOMENTAR