Doha climate change (AAP/3news.co.nz)Doha — Negara adidaya Amerika Serikat, Jepang dan beberapa negara lain mendapatkan penghargaan memalukan “Fossil of The Day” dalam pembukaan Konferensi Perubahan Iklim tahunan PBB yang dikenal juga dengan nama COP18 yang dibuka di Doha, Qatar, Senin (26/11) lalu.

Dikutip dari NHK World, Rabu (28/11), setiap harinya selama sesi berlangsung, sekelompok yang terdiri dari sekitar 700 organisasi non-pemerintah dari seluruh dunia mempersembahkan penghargaan sindirian kepada para negosiator yang paling tidak dapat diajak bekerja sama.

Negara-negara yang mendapat penghargaan itu pada hari pertama konferensi diantaranya adalah Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Rusia dan Selandia Baru.

Kelompok itu mengatakan Jepang mendapat penghargaan itu karena memutuskan akan keluar dari Protokol Kyoto, sebuah kerangka kerja yang mengharuskan negara-negara industri untuk memangkas emisi-emisi gas rumah kaca.

Protokol tersebut habis masa berlakunya akhir tahun ini dan akan diperpanjang. Kelompok itu mengatakan kepada Jepang, masih ada kemungkinan untuk bergabung dengan kerangka kerja legal satu-satunya di dunia itu yang menangani pemanasan global.

Para perwakilan pemerintah mengatakan Jepang telah menyampaikan niatnya untuk tidak berpartisipasi dalam protokol itu sejak dua tahun lalu. Menurut mereka Jepang tidak akan mengubah pendiriannya karena jumlah emisi gabungan di bawah protokol itu tidak terlalu besar.

Sebelumnya, Jepang juga pernah menerima penghargaan serupa dalam konferensi-konferensi COP terdahulu.[]

KOMENTAR