Kebun ladaMENGHIJAUKAN kembali Aceh Utara dengan berbagai perkebunan baik kebun dalam skala luas maupun tanaman skala kecil dengan memanfaatkan areal pekarangan rumah.

Banyak rumah penduduk baik di kota atau di pedesaan yang dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis dan hasilnya dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, seperti tanaman lada, tomat, cabai dan lain-lain.

Persoalannya sekarang apakah kita mau, apakah kita tau manfaatnya, dan apakah kita ada waktu, ataukah kita ragu-ragu dari wujud malas.

Sekarang coba kita merenung sejenak bahwa sesuai hasil analisis pakar ekonomi Bapak Nazarudin, SE dan pakar bisnis Bapak Hadi, MM beliau menceritakan tentang Lada. Komoditi lada bukan hanya kebutuhan dalam negeri tetapi lada merupakan komoditi ekspor. Banyak negara di dunia yang sangat membutuhkan lada seperti eropa, amirika dan lain-lain. Jadi prosek lada sangat menjajikan. Bahkan sehari-hari di pasar tradisional kita persediaan lada belum mencukupi.

Kita ketahui bahwa satu tiang pohon lada akan berbuah sepanjang waktu. Lada mulai ditanam sampai mencapai umur 3 tahun sudah berbuah, setiap 5 hari sekali dapat dipetik dalam satu batang/tiang menghasilkan lada yang berkualitas setengah kilogram dan sebulan berati 6 kali panen x 3 kilogram sama dengan 18 kilogram. Jika harga perkologram Rp 75.000,- maka pendapatan perbulan dari hasil produksi satu tiang lada Rp.1.350.000,- dikurangi biaya produksi Rp.350.000,- maka hasil bersih Rp.1.000.000,- pertiang.

Apabila setiap rumah hidup minimal 10 tiang akan mendapat pendapatan 10 x 1.000.000,- = Rp. 10.000.000,- jika dalam jumlah yang banyak misalnya berkebun seperempat hektar dengan jarak tanam 2×2 meter berarti dapat ditanam 1200 tiang akan mendapatkan pendapatan perbulan Rp1,2 milyar.

Bagaimana jika luasnya 1 hektar, 2 hektar dan seterusnya, hitung saja berapa pendapatan kita sebulan ungkap mereka berdua. Lalu kedua pakar itu melanjutkan apabila masyarakat kita mau coba dan didukung kemauan yang kuat untuk mendapatkan pendapatan seperti ini, kami yakin tidak ada lagi anak-anak muda yang harus berebut mecaria pegawai negeri, karena kita tau pendapatan PNS perbulan sangat kecil, dan tidak ada lagi masyarakat yang harus mondar mandir ke kantor bupati bawa proposal.

Mari kita coba hilangkan kemalasan, mari kita cari tahu cara menanam lada yang benar dan bila ini terwujud maka Aceh Utara akan hijau dengan Kebun Lada, dan dengan kebun lada akan dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan akan dapat dinikmati hasilnya dalam kurun waktu yang lama mecapai 20 s/d 25 tahun. Bila Aceh Utara hijau dengan kebun lada seperti masa lalu, akan terwujud masyarakat yang makmur dan sejahtera. (aaz/acehutara.go.id)

KOMENTAR