Banda Aceh, Seputar Aceh – Dua cerita pendek karya anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh, Minggu (8/11), dibedah di Sekretariat FLP “Rumah Cahaya”, Perumnas Sentosa, Tungkop, Darussalam. Kedua cerpen tersebut adalah Lelaki di Kilometer 7 karya Hendra Kasmi dan Es Teler karya Mecita Afdila.

Kepada Seputar Aceh, Sekretaris Umum FLP sekaligus pembedah, Riza Rahmi mengatakan, bedah karya di kalangan penulis FLP telah menjadi agenda rutin dwimingguan. “Rutin setiap minggu kedua dan minggu keempat tiap bulannya, kita membedah dua atau tiga cerpen,” ujarnya.

Agenda bedah karya, lanjut Riza, sebagai ajang berbagi ide. “Semua yang hadir berkesempatan dan berhak berkomentar. Karena kualitas sebuah karya itu kan subjektif, tergantung pembacanya.”

Agenda bedah karya itu terbuka untuk umum. Selain sebagai agenda rutin FLP, kegiatan itu dimaksudkan untuk membangun budaya kritis dan mental siap dikritik. “Sebab kenyataannya tak ada karya yang sempurna.”

“Tapi tentunya sebelum kritis terhadap karya-karya yang lebih besar, kita harus lebih dulu mengkritisi karya-karya internal,” kata Riza.

Lewat bedah karya, menurutnya, kita yang ikut berpartisipasi bisa menyerap ilmu dari teman-teman yang berkomentar. “Kita tahu, salah satu gejala matinya dunia sastra adalah ketika kritik sastra mati,” sebut penulis muda itu. [sa-hsn]