Ilustrasi Meracik Kopi (antaranews.com)
Ilustrasi Meracik Kopi (antaranews.com)

Indonesian Coffee FestivalKEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Festival Indonesian Coffee 2013 di Yogyakarta pada 14-15 September 2013. Pada Festival kopi kali ini mengambil tema “Kopi Tubruk The Local Lifestyle”. Dengan tujuan memperkenalkan gaya kopi unik dan turun temurun dari berbagai daerah Indonesia.

Menurut Direktur Indonesian Coffee Festival, Yanthi Tambunan, Indonesia memiliki sekitar 14 provinsi penghasil kopi dengan cita rasa berbeda-beda. “Kopi-kopi itu telah menjadi konsumsi dunia. Tapi dunia belum tahu itu berasal dari Indonesia.” ujar Yanthi.

Yanthi mengatakan, kegiatan Indonesian Coffee Festival 2013 difokuskan pada pengembangan, perluasan pasar kopi Arabika, serta intensifikasi kopi Robusta di pasaran domestik dan internasional.

Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar ketiga dunia setelah Brasil dan Vietnam. Tahun 2012, produksi kopi Indonesia tercatat sebesar 748 ribu ton per tahun atau sekitar 6,6% dari total produksi kopi dunia. Jumlah tersebut terdiri dari produksi kopi jenis Robusta sebanyak 601 ribu ton (80,4%) dan kopi jenis Arabika sebesar 147 ribu ton (19,6%).

Dengan luas lahan perkebunan kopi Indonesia yang mencapai 1,3 juta hektare (luas lahan perkebunan kopi Robusta mencapai 1 juta hektare dan Arabika 0,3 hektare), industri kopi Indonesia menjadi salah satu prioritas yang terus dikembangkan.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, menyatakan dukungan terhadap kegiatan yang menampilkan kopi Indonesia dari Aceh hingga ke Papua. “Pengamat kopi dunia menyebut kopi Wamena salah satu kopi terbaik, selain kopi Luwak yang lebih dulu terkenal. Ke depan, Indonesia harus lebih berani melakukan branding untuk produk kopi lainnya,” kata Sapta.

Festival ini merupakan yang kedua setelah di Bali pada 2012. Festival pertama di Bali menarik antusiasme pengunjung dan buyer dunia pada acara London Coffee Festival, April 2013. Berbagai jenis kopi yang menarik perhatian antara lain kopi Gayo asal Aceh, kopi Lintong dan Mandailing (Sumatera), kopi Toraja (Sulawesi), Lampung Coffee (Lampung), Java Preanger (Bandung), kopi Kintamani (Bali), Bajawa Coffee (NTT), dan kopi Luwak yang menjadi primadona. (tourismnews.co.id)

KOMENTAR