Google Whatsapp (Ist)
Google Whatsapp (Ist)

Jakarta — Raksasa Internet Google berencana akan mengakuisisi layanan pesan instan, WhatsApp Messenger yang dimiliki oleh platform asal California, yang ditaksir senilai US$1 miliar atau setara Rp9,7 triliun.

“Ketika perjanjian itu dimulai empat atau lima pekan lalu, kami mendapat informasi Whatsapp melakukan aksi jual mahal agar nilai akuisisinya lebih tinggi. Nilai akuisisinya kini mendekati US$1 miliar, kata seorang sumber, seperti dikutip Digitaltrends, Senin (8/4).

Keinginan dari Google untuk membeli WhatsApp ini diperkirakan ingin menemukan sebuah rute cepat untuk menyatukan berbagai layanan chat miliknya seperti Google Voice, Google Hangouts, Google Talk. Dengan demikian mereka bisa bersaing dengan layanan lain seperti Facebook.

Rumor yang beredar, Google sudah mulai mengincar WhatsApp sejak Desember tahun lalu, berbarengan dengan Facebook yang mengakuisisi Instagram, aplikasi unggah foto instan.

Pada 2012 lalu dikenal sebagai tahun keemasan bagi aplikasi photo-sharing, seperti Instagram. Sementara 2013, tren aplikasi didominasi oleh aplikasi layanan pesan lintas platform dan media sosial.

Baik Google ataupun WhatsApp sayangnya masih belum memberi konfirmasi soal isu rencanan pengambilalihan ini. Meski begitu, pada Juni tahun lalu, Google Product Manager, Nikhyl Singhal, mengaku Google ketinggalan dalam layanan pesan lintas platform.

“Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat minim untuk melayani pelanggan. Layanan pesan adalah lubang besar dalam strategi mobile Google,” kata Singhal.

Sebab jika Google ingin serius dalam pengembangan sektor mobile, layanan telekomunikasi menjadi pilar koneksi antara perangkat yang satu dengan lainnya.

Namun, akuisisi tersebut belum dinilai sebagai langkah brilian sebab saat ini persaingan aplikasi pesan instan semakin ketat. Beberapa aplikasi lain menjadi pemain kuat selain WhatsApp. Ada nama Line, WeChat, serta Kakao Talk, yang datang dari Asia.

WhatsApp Messenger telah dipakai di lebih dari 100 negara dan 750 jaringan operator. Penggunaan layanan ini juga telah mencetak rekor tertinggi pada penghujung tahun lalu yaitu 18 miliar pesan dalam satu hari.

Kinerja keuangan WhatsApp pun dinilai kinclong dengan keuntungan kotor mencapai US$100 juta (sekitar Rp970 miliar) per tahun.

WhatsApp terbukti sangat sukses sejak kali pertama layanan ini dirilis. Layanan ini memiliki 10 juta pengguna dari berbagai platform seperti Android, BlackBerry, Windows Phone dan iOS. Aplikasi ini merupakan aplikasi berbayar terpopuler kedua di iTunes App Store kepunyaan Apple. (dbs)

KOMENTAR