Banda Aceh – Berbagai bentuk kritikan dan kekecewaan publik terhadap kinerja eksekutif belakangan ini ternyata diakui oleh Pemerintah Aceh. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam kata sambutannya saat melantik 60 pejabat eselon III dan IV yang dibacakan Sekda Aceh Husni Bahri Tob, Kamis (26/8/2010) mengaku tak akan menutup-nutupi hal ini.

“Tak perlu menutup-nutupi bahwa memang ada kekecewaan yang kerap dilontarkan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Aceh belakangan ini,” katanya.

Ambil contoh, kata Gubernur Irwandi, soal tak maksimalnya Pemerintah Aceh dalam mengawal kebijakan moratorium logging sehingga aksi perambahan hutan masih terjadi hingga saat ini. Lalu ada soal perencanaan dan pengawasan pembangunan yang kurang memuaskan. Ada pula soal birokrasi yang masih berbelit-belit. “Tapi, hal-hal seperti ini harus dirubah dengan memicu semangat kerja yang lebih kuat lagi,” katanya dalam acara yang di gelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh itu.

Berbagai kritikan memang kerap dialamatkan kepada Pemerintah Aceh belakangan ini. Yang teranyar adalah sorotan terhadap rendahnya realisasi pelaksanaan APBA 2010, sementara pemerintah justru sibuk dengan urusan memperjuangkan kewenangan Aceh yang dinilai sarat pencintraan. Sejumlah mahasiswa malah memberikan rapor dengan angka merah bagi Pemerintah Aceh.

“Sepanjang empat tahun terakhir, Pemerintahan Irwandi-Nazar masih terus berkutat dengan masalah yang sama, yakni tak mampu menghabiskan anggaran,” kata Ketua Umum KAMMI Muhammad Muaz Munauwar dalam orasinya, awal Agustus lalu.

Begitupun, Irwandi tak ingin hanya dicap tak mampu bekerja optimal. Dalam kesempatan itu, tak lupa pula gubenur Irwandi mengatakan berbagai pencapaian yang telah diraih jajarannya selama ini. Misalnya di sektor pertanian. Menurut gubernur, selama semeter pertama 2010 saja, pertumbuhan sektor ini sudah mencapai 7,3 persen.

“Ini tentunya angka yang menggembirakan,” katanya.

Sayangnya, Gubernur Aceh tak yakin pertumbuhan sektor pertanian itu menjamin bahwa ketahanan pangan Aceh akan terus membaik di masa depan. “Namun data ini tak menjadi jaminan bahwa ketahanan pangan Aceh akan terus mebaik di masa depan,” katanya. cdh

KOMENTAR