Bireuen, Seputar Aceh – Pemerintah Aceh membangun 100 rumah untuk 100 keluarga yang akan menempati lokasi transmigrasi lokal (Translok) di Buket Ceurana, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

Buket Ceurana merupakan bekas lokasi transmigran asal Pulau Jawa yang ditinggal mengungsi penduduknya di masa konflik Aceh.

Kepala Bidang Mobilitas Penduduk di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Bireuen, Ridwan, mengatakan selain diberikan rumah para transmigran lokal akan mendapat lahan usaha seluas dua hektare.

“Translok tersebut adalah program provinsi dengan dana otonomi khusus tahun 2009. Dinas tingkat kabupaten hanya sebatas koordinasi saja,” ujar Ridwan, Senin (5/10) siang.

Calon penerima rumah di lokasi Translok, kata Ridwan, berasal dari Kecamatan Simpang Mamplam yang selama ini belum punya rumah dan tidak punya lahan untuk tempat berusaha di sektor perladangan.

“Penerima rumah direkrut dan ditentukan oleh dinas tingkat provinsi, tentunya dengan rekomendasi camat setempat agar tidak salah sasaran,” jelasnya seraya mengatakan keluarga yang menempati nantinya diberikan jatah hidup (Jadup) minimal dua bulan, namun belum diketahui besarannya.

Jumlah 100 unit rumah dirasakan belum cukup, karena masih banyak keluarga yang selama ini belum punya rumah tinggal dan lahan usaha yang menanti giliran mendapat rumah.

“Setiap tahunnya akan terus diusulkan ke provinsi dan pusat agar program Translok tersebut terus dilanjutkan di lokasi yang telah dirintis saat ini,” katanya. [sa-mhs]

KOMENTAR