Sigli — Rumah Sakit Umum (RSU) Sigli masih kekurangan tenaga dokter spesialis. Dari 41 orang tenaga dokter yang ada, sejauh ini hanya memiliki 17 orang dokter spesialis. Sementara 24 orang tenaga dokter lainnya adalah dokter umum.

Demikian pengakuan M Nur Kepala Bidang Pelayanan Umum Rumah Sakit tipe C di Kabupaten Pidie itu kepada andalas, Senin (4/6). Menurut dia, minimal tenaga dokter spesialis yang dibutuhkan sekitar 10 orang, atau satu orang perbidang spesialis.

“Kita masih membutuhkan, sekurang–kurangnya satu orang tenaga dokter baru perspesialis,” jelasnya.

Oleh sebab itu tambah M Nur, pelayanan kesehatan yang diberikan pihak Rumah Sakit Umum tipe C tersebut kepada masyarakat Kabupaten Pidie, diakui belum maksimal seperti yang diharapkan.

“Bayangkan dengan ketersediaan tenaga dokter spesialis yang terbatas ini, bagai mana kita harus melayani pasien yang setiap harinya mencapai 300 orang,” keluhnya.

Jadi menurut dia, adalah hal yang wajar bila pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pidie tersebut belum maksimal. Meski belum lama ini, Rumah Sakit Umum yang sejauh ini hanya mampu menampung kurang dari 200 orang pasien itu, baru mendapatkan tambahan tenaga 9 orang dokter muda dengan status mengabdi.

Namun, pihak managemen Rumah Sakit Umum Sigli itu mengaku masih mengalami keterbatasan tenaga dokter spesialis. Lantaran ke 9 dokter muda dimaksud semuanya dokter umum.

“Kita beberapa hari lalu mendapat tambahan tenaga 9 orang dokter muda, namun, ke 9 dokter itu semuanya dokter umum,” tambahnya.

Sebelumnya, persoalan yang dialami oleh pihak RSU Sigli tersebut, sudah disampaikan kepada pemerintah daerah setempat dan pihak DPRK. Namun, sejauh ini tindak lanjutnya belum terealisasi. Untuk itu ke depan ini dia berharap, pemerintah daerah Kabupaten Pidie dan DPRK setempat akan segera menyikapinya.

Bila tidak menurutnya, persoalan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Pidie akan semakin jauh dari harapan. (Harian Andalas)

KOMENTAR