Banda Aceh — Kepala Balai Pengkajian Tenologi Pertanian (BPTP) Aceh, Teuku Iskandar mengatakan, Propinsi Aceh akan menjadi salah satu sentra penghasil kedelai terbesar di Indonesia pada tahun 2014 mendatang.

“Direncanakan pada 22 Desember 2012 mendatang Menteri Pertanian Suswono akan me-launching Propinsi Aceh sebagai sentra kedelai nasional tepatnya di Kabupaten Aceh Timur,” ungkap Iskandar kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (6/12) lalu.

Iskandar menyampaikan, ada dua varietas kedelai yang sangat cocok ditanam di Aceh, yakni Anjamoro dan Kipas Merah Bireuen. Varietas Anjasmoro menghasilkan kedelai berbiji besar dan sangat cocok untuk pembuatan tempe, sedangkan Kipas Merah Bireuen dengan biji sedang cocok untuk pembuatan tahu.

“Yang akan ditanam di Aceh Timur itu Anjasmoro, kalau Bireuen tentu paling cocok Kipas Merah yang telah diakui secara nasional,” katanya.

Iskandar menambahkan, selain Aceh Timur ada beberapa daerah yang menjadi sentra tanaman kedelai yakni Bireuen, Pidie Jaya dan Aceh Tamiang.

Sementara Bupati Aceh Timur Hasballah mengatakan, Kabupaten Aceh Timur siap mendukung program pemerintah pusat untuk pencapaian swasembada kedelai 2014.

Pihaknya telah menyiapkan lahan untuk pertanaman kedelai seluas 35.000 hektare di kawasan lahan sawah tadah hujan, lahan kering dan perkebunan.

Sebelumnya Menteri Pertanian Suswono mengatakan Propinsi Aceh pernah tercatat sebagai sentra kedelai, tepatnya di Kabupaten Bireuen dan Aceh Timur pada medio tahun 1980 hingga 1990-an. Dan kejayaan tersebut akan dikembalikan lagi, diproyeksikan pada tahun 2014 mendatang. (medanbisnisdaily.com)