Langsa, Seputar Aceh – Bocah berusia 12 tahun, Muarif, warga Gampong Blang Pase Kecamatan Langsa Kota, Langsa, tewas terseret arus Sungai Langsa Lama pada Minggu (4/10) siang sekira pukul 15.00 Wib. Jenazahnya baru ditemukan Senin dini hari.

Menurut keterangan warga setempat, anak pasangan Rusman dan Mariani itu berencana mengunjungi menuju rumah kakaknya di Dusun Kapten Lidan Kampung Baroh Kecamatan Langsa Lama. Tapi, sebelum menuju rumah kakaknya, ia dan kawan-kawan mencari buah karet di kebun milik warga.

Saat mencari buah karet, Muarif dan kawannya diusir dan dikejar oleh pemilik kebun. Anak-anak itu berpencar melarikan diri. Muarif mencoba menyeberang sungai, namun arus yang cukup deras dan dalam membuat ia tenggelam.

Teman-teman Muarif mencari pertolongan dan tidak lama setelah itu warga setempat, yang sedang bergotong royong di sekitar sungai, mencoba mencari Muarif. Tapi, ia tidak ditemukan.

Menjelang petang, warga melaporkan kejadian itu kepada Satgas SAR Langsa, yang saat itu sedang menggalang dana bantuan untuk korban gempa Sumatera Barat. “Setelah menerima laporan, kami langsung ke lokasi,” kata Ketua Tim SAR Kota Langsa, Kapten Inf. Raymond.

Tim SAR bergerak dan jenazah Muarif baru ditemukan pada Senin (5/10) dini hari, sekira 75 meter dari titik pertama ia tenggelam.

Saat ditemukan, jenazahnya tersangkut pada pohon yang melintang di dasar sungai, dengan kedalaman lima meter. Tim SAR kemudian mengevakuasi dan menyerahkan jenazah bocah itu kepada keluarganya. [sa-smi]

KOMENTAR