Seputar Aceh, Banda Aceh – Hingga saat ini, penyakit campak masih menjadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Kecacatan dan kematian akibat campak masih tinggi. Untuk mengatasinya, penting dilakukan imunisasi pada balita sejak usia dini.

“Penyakit campak ini bisa dicegah jika seseorang mendapatkan imunisasi campak minimal dua kali, yakni ketika berusia sembilan bulan hingga 59 bulan,” kata Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) di Departemen Kesehatan RI, dalam “Kampanye Campak dan Polio 2009” di Banda Aceh, Kamis (8/9).

Meski sejak 1982 campak sudah termasuk dalam program imunisasi nasional, hingga saat ini masih di temukan kejadian luar biasa (KLB) di beberapa tempat di Indonesia. Ini disebabkan cakupan imunisasi campak belum merata.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh TM Thaib mengatakan meski imunisasi dilakukan dinasnya sudah cukup optimal, tak bisa dipungkiri kendala yang dialami secara nasional juga dialami Aceh dalam melaksanakan imunisasi di daerah terpencil.

“Namun sangat sedikit, KLB yang berakhir pada kematian,” kata Thaib.

Menurut dia, banyak kendala yang dialami petugas kesehatan untuk melaksanakan imunisasi di daerah terpencil. Selain sulit dijangkau, tidak sedikit masyarakat yang menolak imunisasi karena menilai imunisasi memiliki dampak negatif bagi bayi dan anak-anak.

“Tahun ini, pemerintah Indonesia menggelar kampanye polio dan campak secara serentak di tiga wilayah di Indonesia,” kata Thaib. Ketiga wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Maluku Utara. Dimulai sejak enam hingga 24 oktober mendatang.

Kampanye itu diadakan berkat kerjasa sama Unicef, GAVI, WHO, Depkes RI, Depdagri, Depdiknas, Depag, PKK serta sejumlah LSM di Aceh. [sa-amz]

KOMENTAR