Jakarta — Masih kurangnya dokter chiropraksi saat ini membuat Perhimpunan Chiropraksi Indonesia (Perchirindo) punya tanggung jawab untuk melahirkan dokter-dokter chiropraksi. Kebutuhan akan hadirnya pengobatan alternatif itu sebenarnya besar.

Menurut Kepala Studi Biomechanical Medicine (Chiropraksi) dr. Tinah Tan, B.Med, B.App.Sc, B.Chiro.Sc, FICC (Fellow of the International College of Chiropractors) Indonesia sayang sekali jika dokter di Indonesia tidak bisa menangkap peluang itu.

“Sebab, dokter-dokter chiropraksi dari luar malahan melirik pasar Indonesia. Bahkan mau membuka praktek di Indonesia,” jelas Tinah di Jakarta, Jumat (4/1).

Melihat besarnya keinginan dokter chiropraksi ”impor” yang mau membuka praktek di Indonesia, dr. Tinah melihat alangkah lebih baik jika peluang ini diisi oleh dokter-dokter Indonesia. Namun, dirinya juga mengakui, bahwa saat ini belum banyak dokter yang mempelajari ilmu chiropraksi.

”Itu sebabnya, kami memulai. Tapi memang semua itu butuh proses. Saat ini dokter yang mengambil kuliah di program chiropraksi ini baru sekitar berjumlah belasan orang,” urainya.

Meski demikian Tinah optimis ke depan jumlah ini akan terus bertambah secara signifikan.

Ditambahkan Ketua Perchirindo Dr Sukanto, Sp.KP, bahwa setidaknya, di setiap RS di Indonesia harus memiliki satu orang dokter chiropraksi untuk mengobati pasien. “Kebutuhan dokter chiropraksi itu sangat besar, tapi dokternya yang belum ada. Maka itu, kami berharap bisa meluluskan 50 dokter chiropraksi dalam waktu dekat,” harapnya. (indonesiarayanews.com)

KOMENTAR