Banda Aceh – Pangdam IM, Mayor Jenderal  TNI Hambali Hanafiah mengajak seluruh pimpinan daerah untuk meningkatkan kepedulian dalam membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat sehingga bisa menwujudkan stabilitas keamanan dan menjaga perdamaian abadi.

“Kepada para pimpinan/komandan satuan TNI dan Polri serta aparatur Pemda Aceh, saya mengajak untuk meningkatkan kepedulian dalam membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat demi perdamaian abadi,” kata Pangdam IM pada upacara bendera bulanan gabungan antara TNI, Polri dan aparatur Pemda Aceh di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin (19/4/2010) pagi.

Ia mengatakan hal yang paling mendasar untuk mewujudkan itu semua adalah harus dimulai dari pribadi para unsur pimpinan untuk memberikan contoh yang positif kepada bawahannya, sekaligus mengawasi dan memberikan solusi terbaik dalam menghadapi setiap permasalahan.

Pada upacara yang dihadiri sejumlah pejabat utama Aceh, Pangdam IM juga menyampaikan, pelaksanaan upacara gabungan ini merupakan sarana yang tepat untuk membangun kebersamaan antara TNI, Polri dan Pemda Aceh.

Ke depan diharapkan soliditas dan solidaritas antara sesama aparatur negara di wilayah Aceh semakin baik sehingga terbangun sinergi positif dalam menciptakan perdamaian dan kedamaian di Aceh.

Di sisi lain, katanya, kegiatan upacara gabungan ini bertujuan memupuk dan mempererat persatuan dan kesatuan serta memberikan contoh kepada masyarakat bahwa aparat negara yang di Aceh saat ini solid dan saling mendukung dalam setiap program yang dijalankan.

“Kondisi dan situasi umum wilayah Aceh saat ini sudah mengalami banyak kemajuan, baik dari sisi politik, ekonomi, keamanan maupun pemerintahan. Stabilitas wilayah yang kondusif selama ini merupakan modal utama untuk membangun daerah ini lebih maju lagi,” jelasnya.

Waspadai Jaringan Teroris

Sementara itu, Mayjen TNI Hambali Hanafiah juga minta jajaran TNI dan Polri serta aparatur pemerintah serta seluruh komponen masyarakat agar lebih mewaspadai hal-hal yang terindikasi akan mengganggu kedamaian dan ketenteraman yang selama ini tercipta di provinsi ini.

“Saya minta agar segera melaporkan hal-hal yang tidak lazim dan mencurigakan di wilayah masing-masing kepada pihak TNI dan Polri,” tegasnya.

Menurutnya, masih adanya aksi kelompok bersenjata teroris yang menggunakan wilayah Aceh Besar sebagai lokasi latihan menandakan masih ada ancaman terorisme di Aceh.

“Situasi damai di Aceh pascakonflik itu kembali terusik dengan adanya aksi teroris. Kejadian tersebut menyadarkan kita bahwa ancaman terorisme masih ada di Aceh,” katanya.(*/ha/cqi)