Banda Aceh – Perayaan kelulusan yang dilakukan sejumlah siswa di Aceh sedikit berbeda dengan tradisi yang biasanya dilakukan siswa, yakni mencoret pakaian sekolah setelah mengetauhi hasil Ujian Nasional (UN) SMA/MA sederajat.

Sebagian siswa di Banda Aceh dan Aceh Besar memilih melakukan perayaan hasil UN dengan salat berjamaah sembari berfoto bersama guru di masjid Raya Baiturrahman, Sabtu (26/5).

Seorang siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh, Desi Wahyuni (18) mengatakan, perayaan hasil UN bersama teman-temannya hanya dilakukan di Masjid Raya Baiturrahman dengan melakukan salat berjamaah sekaligus foto bersama. “Kami melakukan perayaan hasil UN dengan salat berjamaah,” katanya.

Dikatakan, sebagai ungkapan rasa syukur atas rahmat kelulusan yang dilimpahkan Allah kepada mereka, maka alangkah baiknya merayakan dengan cara-cara yang baik seperti salat dan syujud syukur.

Selain dinilai cukup mulia, salat berjamaah itu juga memang sudah diniatkan bersama sebelum pengumuman hasil UN. Bila mereka lulus, maka akan dirayakan sesuai dengan syariat di masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu.

Dara Triani Putri (18) lulus UN di SMA 7 Banda Aceh, mengaku sudah berniat apabila lulus akan merayakannya di masjid bersama teman-teman satu sekolah dan mereka tidak setuju bila dirayakan dengan cara yang buruk seperti coret-mencoret pakaian dan ugal-ugalan di jalanan.

Dikatakan, dari 300 teman-temannya yang lulus di SMA 7 Banda Aceh, hanya sebagian kecil saja yang mau merayakan dengan cara-cara yang positif, selebihnya tetap coret-mencoret seragam.

Menurut Dara, adalah suatu cara pandang yang salah bila merayakan kelulusan dengan mengecat pakaian. Hal ini hanya sebatas melanjutkan tradisi buruk yang dicontohkan senior-senior terdahulu.

Sementara siswi SMA 1 Aceh Besar, Afriani (17) merayakan kelulusannya dengan melakukan doa bersama teman-teman. Perayaan yang dilakukannya tidak mengikuti gaya buruk seperti coret-mencoret pakaian karena tidak diizinkan oleh guru mereka. “Kami tidak diizinkan guru bila merayakan dengan cara mencoret-coret baju, karena itu cara tidak pantas ditiru,” katanya

Sebagai tanda kenang-kenangan, Afriani dan teman-temannya juga mengabadikan suasana gembira itu dengan berfoto bersama guru mereka di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Dengan menggunakan bus mini, mereka berangkat dari Aceh Besar menuju Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memenuhi niat melakukan doa bersama sebagai tanda syukur atas keberhasilan UN.

Pantauan Analisa, ratusan siswa SMA di Banda Aceh yang lulus UN terlihat melakukan konvoi keliling kota naik sepeda motor dengan pakaian sekolah yang sudah berwarna-warni. Akibatnya para pengguna jalan sedikit terganggu karena para siswa mengemudikan kendaraannya secara ugal-ugalan. (bei/analisa)

KOMENTAR