Lokasi wisata alam Air Terjun Suhom di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, saat ini terutama pada setiap akhir pekan atau libur selalu ramai dipadati pengunjung yang berekreasi, baik warga lokal maupun wisatawan asing. Berbeda halnya ketika kondisi Aceh masih terjadi konflik, sedikit sekali orang yang berkunjung ke sana.

Pengunjung yang berasal dari luar kota atau turis mancanegara yang berkunjung biasanya ingin mengetahui lebih mendalam tentang seluk beluk Air Terjun Suhom, di tempat ini terdapat pemandu wisata yang berasal dari warga setempat.

Air terjun Suhom yang merupakan nama kampung itu, mulai ramai dikunjungi terlebih setelah Aceh mengalami musibah gempa dan Tsunami beberapa tahu lalu, padahal sebelumnya hanya wisata pantai yang dikunjungi oleh banyak wisatawan.

Posisi air terjun ini berada di tengah panorama alam yang indah dan alami. Di sekitarnya terdapat banyak pohon durian, sehingga pada musim durian banyak yang berjualan durian di sekitar air terjun.

Di samping itu, di sekitar air terjun juga terdapat lokasi yang dapat digunakan untuk berkemah (camping).

Air terjun yang deras ini juga menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat di sekitar air terjun Desa Kreung Kala. Sebuah pembangkit listrik tenaga mikrohidro kini telah dibangun di dekat air terjun dan dioperasikan untuk mengaliri listrik kepada 200 KK (Kepala Keluarga) penduduk Desa Kreung Kala.

Sepanjang perjalanan dari Banda Aceh menuju ke lokasi air terjun, terhampar pemandangan yang menakjubkan dengan keindahan yang luar biasa, deburan ombak dan pasir putih terlihat dekat di sepanjang jalan, dan tampak pula barisan pegunungan yang menjulang tinggi dan berdiri begitu indah.

Air terjun ini masuk dalam dua desa, yakni Desa Suhom dan Desa Kreung Kala. Untuk mencapai Air Terjun Suhom dari Banda Aceh, memerlukan waktu kurang lebih satu jam dengan menggunakan angkutan atau kendaraan pribadi.

Perjalanan ke sana melalui rute jalan raya Banda Aceh – Calang (Aceh Jaya), melewati Pantai Lampuuk, Pantai Lhoknga dan Kecamatan Leupung.

[pullquote_left]Pada masa konflik, daerah ini termasuk kawasan yang sangat rawan bahkan menjadi zona hitam[/pullquote_left]

Saban harinya, terutama pada hari Sabtu dan Minggu tempat yang berlokasi sekitar 55 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh tersebut kerapkali dikunjungi ratusan bahkan ribuan masyarakat dari Banda Aceh dan Aceh Besar, bahkan ada juga yang sengaja datang dari Lamno, Kabupaten Aceh Jaya.

Selain memiliki kolam pemandian yang luas dan dalam%

KOMENTAR