Idi Rayeuk – Di Kabupaten Aceh Timur,  masih banyak Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA  masih mengalami kekurangan meja dan kursi (Mobiler). Sehingga dikawatirkan  berakibat terganggunya proses penerimaan murid baru tahun ini.

Sekjen LSM Peuduli Pendidikan Aceh Timur, Ilyas, Minggu (4/4/2010) mengatakan kekurangan kursi dan meja  di sekolah di Aceh Timur diakibatkan beberapa tahun terakhir anak masuk sekolah  semakin meningkatnya. “Apalagi  setelah propinsi Aceh damai, bertambahnya angka pendaftar sekolah semakin bertambah, hal ini juga diakibatkan banyak para perantau keluar Aceh kembali lagi, kini mereka telah memboyong kembali anak-anak mereka untuk bersekolah lagi di Aceh, sehingga fasilitas sekolah seperti bangku dan meja tidak mencukupi, “ ungkap Ilyas.

Masih menurut Ilyas, dari pantaua pihaknya sejak tahun 2008 dan tahun 2009, pendaftar sekolah di Aceh Timur meningkat hingga 70 persen. “Karena itu kebutuhan bangku dan meja sekolah dalam tahun ajaran 2010 ini perlu penambahan, agar tertampungnya semua pendaftar baik tingkat SD, SMP dan SMA,” ujar Ilyas.

Dia berharap Pemerintah Aceh Timur melalui dinas terkait, untuk dapat memikirkan persoalan penambahan  mobiler sekolah, agar Proses Belajar mengajar (PBM) dapat berjalan lancar.

Sementara itu Kepala Dinas Pandidikan Aceh Timur, H. Agusssalim, SH MH, kemarin menjelaskan, jumlah SDN yang tersebar di Kabupaten Aceh Timur sebanyak  271 unit, SMP 51 unit, SMA 17 unit, SMK 7 unit, dan TK 52 unit, kesemua sekolah tersebut dia mengakui masih ada kekurangan mobiler.

Namun katanya, untuk menutupi kekurangan tersebut  dalam tahun ini,  untuk Aceh Timur tersedia mobiler sebanyak 370 ruang dan akan diperuntukkan untuk semua tingkatan sekolah. ”Kita juga mengakui kalau setiap tahun di Aceh Timur anak masuk sekolah semakin bertambah, sehingga kebutuhan mobilerpun bertambah dan kita dari dinas terus berupaya dan mencari solusi untuk penambahan mobiler terutama kursi dan meja, ” ucap Agussalim.(*/ha/cis)

KOMENTAR