Banda Aceh – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan memasang alat deteksi dini tsunami (Ina Buoy) di perairan sebelah utara Kabupaten Simeulue

“Kami memastikan awal pekan ini akan tiba di perairan utara Simeulue untuk mamasang alat deteksi dini tsunami itu,” kata Ketua Tim Kapal Riset Baruna Jaya III, Iyan Turyana, di dermaga Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Sabtu (17/4/2010).

Hal itu disampaikan di sela-sela menerima kunjungan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar ke KR Baruna Jaya III yang baru tiba di Aceh setelah memasang alat deteksi tsunami di perairan laut Mentawai, Sumatera Barat.

Kapal Riset Baruna Jaya III bersama 22 peneliti dan 17 Anak Buah Kapal (ABK) akan bertolak dari dermaga Malahayati pada Minggu (18/4) menuju perairan Simeulue.

Buoy tsunami (Tsunami Early Warning System) itu merupakan karya putra-putri Indonesia yang dirakit oleh tim BPPT. Alat sensor dini bencana tsunami itu bisa memberi isyarat tentang ada tidaknya gerakan gempa di dalam laut.

Alat deteksi dini tsunami mulai dikembangkan di Indonesia pada 2006 yang dirakit oleh BPPT. Ina Buoy itu terdiri atas dua unit berupa pelampung dan tabung.

Untuk tabung ditanam di dasar laut di perairan Simeulue dengan kedalaman sekitar 15 meter, dan pelampung akan mengapung di atas air. Alat itu setiap saat akan memberi sinyal tentang gerakan alam di bawah laut, kemudian mengirim sinyal pusat di BPPT melalui satelit.

Sebagian besar wilayah pesisir pantai Provinsi Aceh pernah dihantam tsunami pascagempa berkekuatan 8,9 pada Skala Richter (SR) yang mengakibatkan sekitar 200 ribu penduduk hilang dan meninggal dunia, 26 Desember 2004.

Pascatsunami 26 Desember 2004, wilayah Aceh kerap diguncang gempa meski dalam skala lebih kecil. Kemudian gempa besar juga menguncang wilayah Simeulue dan Aceh Singkil pada 7 April 2010.

Wagub Muhammad Nazar menyambut baik respon cepat dari pemerintah pusat, terutama BPPT yang akan memasang alat deteksi dini tsunami tersebut.

“Tidak ada tempat di Aceh yang tidak rawan gempa dan tsunami. Karenanya pemasangan Ina Buoy tersebut sebagai upaya untuk mempercepat pemberitahuan jika terjadi tsunami,” katanya.

Oleh karena itu, Wagub mengimbau masyarakat terutama para nelayan agar bersama-sama menjaga peralatan yang harganya mencapai sekitar Rp5 miliar itu.

“Jangan ada pihak yang nakal, misalnya sampai merusak atau mengambil bagian-bagian dari peralatan itu. Alat deteksi tsunami tidak hanya berguna bagi masyarakat Aceh, tapi juga penduduk di Pulau Sumatera itu,” kata dia.(ant)

KOMENTAR