Seputaraceh

Julukan ‘Negeri Kopi’ Layak Disandang Dataran Tinggi Gayo

Julukan ‘Negeri Kopi’ Layak Disandang Dataran Tinggi Gayo
Julukan ‘Negeri Kopi’ Layak Disandang Dataran Tinggi Gayo

Banda Aceh – Bupati Aceh Tengah Nasaruddin mengatakan, Kawasan dataran tinggi Gayo yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues, dinilai layak digelari sebagai “negeri kopi”.

“Kelayakan itu sejalan dengan denyut ekonomi masyarakat yang ditopang komoditas kopi. Gelar itu juga menjadi identitas baru karena di dataran tinggi yang indah itu berkembang varietas kopi arabika kaya cita rasa,” kata Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, di Banda Aceh, Kamis (15/3).

Pandangan itu disampaikannya dalam konferensi kakao dan kopi Aceh yang digelar atas kerja sama Swisscontact dan International Organization for Migration (IOM) melalui program Aceh-Economic Development Financing Facility (EDFF).

Ia menyebutkan dalam tiga wilayah itu tumbuh tanaman kopi arabika di atas lahan seluas 95.520 hektare. Perkebunan kopi itu diusahkan oleh 33.100 kepala keluarga (KK) di Aceh Tengah, 29.000 KK di Bener Meriah dan 3.968 KK di Gayo Lues.

Dari total luas lahan kopi di dataran tinggi Gayo itu, tercatat di Kabupaten Aceh Tengah seluas 48.000 hektare yang dibudidayakan masyarakat pada lahan di ketinggian antara 900 sampai 1.700 meter di atas permukaan laut.

“Sekitar 58 persen dari total penduduk Aceh Tengah adalah petani kopi. Namun rata-rata produktivitas kopi arabika ‘Gayo’ di wilayah kami belum maksimal atau baru 0,725 ton per hektare karena belum intensifnya budidaya dan perawatan oleh pemiliknya,” kata bupati Aceh Tengah.

Akan tetapi Nasaruddin menyebutkan, kebun kopi yang dirawat secara intensif oleh warga Aceh Tengah mampu berproduksi sekitar 2,5 ton per hektare. Ia menjelaskan, kini permintaan kopi arabika asal Gayo di pasaran internasional terus mengalami peningkatan setelah terbitnya Hak Indikasi Geografis (IG) bernomor ID G 000000005 tertanggal 28 April 2010.

“Kini selain naiknya harga kopi arabika Gayo, permintaan di pasar internasional juga mengalami peningkatan. Bahkan, informasi dari pengekspor menyebutkan bahwa beberapa pembeli luar negeri harus antre menunggu masa panen kopi arabika Gayo,” katanya. Data ekspor pada Januari 2012 menunjukkan, ekspor kopi arabika Gayo dari Aceh Tengah mencapai 456 ton dengan negara tujuan Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. (rol/ant)

Belum ada komentar